Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Berkurang Rp 34 M, Pemprov Kepri Sampaikan KUA-PPAS APBD-Perubahan Rp.3,4 T

Sidang Paripurna DPRD Kepri, dalam penyerahan KUA-PPAS APBD-P 2020.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang-Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) Prioritas Platfon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan 2020 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Selasa (6/9/2020).

Dalam KUPA-PPAS tersebut, disampaikan bahwa APBD 2020 yang sebelumnya sebesar Rp 3,957 triliun mengalami pengurangan sebesar Rp34,5 miliar. Dengan demikian, APBD Perubahan 2020 diproyeksikan menjadi Rp 3,923 triliun.

Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Kepri, Bahtiar baharuddin, menjelaskan APBD Kepri 2020 mengalami perubahan dengan yang direncanakan. Seperti, total pendapatan daerah yang semula dianggarkan Rp3,882 triliun berkurang menjadi Rp3,517 triliun.

“Pendapatan daerah turun sebesar Rp 364,9 miliar dari proyeksi sebelumnya,”ungkap Bahtiar dalam parpurna penyampaikan KUPA-PPAS APBD Perubahan 2020, Selasa (6/10/2020).

Ia memaparkan, pendapatan daerah tersebut terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang semulanya ditargetkan Rp 1,3 triliun berkurang sebesar Rp 143 miliar, maka menjadi Rp 1,159 triliun.

Kemudian, dana perimbangan yang sebelumnya ditargetkan Rp 2,529 triliun, juga mengalami pengurangan Rp 217,7 miliar, maka menjadi Rp 2,321 triliun.

“Sedangkan, pendapatan lain-lain yang sah ditargetkan Rp 39,9 miliar berkurang Rp 3,7 miliar, maka menjadi Rp 36,2 miliar,”ucapnya.

Selain pendapatan, struktur anggaran belanja daerah juga berubah. Terdiri dari belanja tidak langsung yang semulanya Rp 1,999 triliun, menjadi Rp 2,06 triliun.
Sedangkan belanja langsung yang semulanya Rp 1,958 triliun turun menjadi Rp 1,817 triliun.

“Sementara penerimaan pembiayaan yang berasal dari silva yang sebelumnya diperoyeksikan Rp 75 miliar. Setelah diaudit BPK naik menjadi Rp 405 miliar,” terang Bahtiar.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri ini menambahkan, perubahan sejumlah anggaran dalam KUPA-PPAS ini berdasarkan perhitungan asumsi ekonomi terhadap kemampuan fiskal. Yang meliputi perubahan terhadap proyeksi PAD, silva, tunda bayar 2019, program pencegahan COVID-19, serta hal-hal yang mengharuskan perubahan anggaran tersebut.

“Kita ketahui bersama, kejadian ini tidak hanya dialamai Kepri saja. Apa yang kit renvana tiba-tiba nerubah akibat pandemi. Oleh karena itu, mohon kemaklumannya kalau ada kelemahan-kelemahan dalam mengelola pemerintahan,”tutupnya.

Penulis:Ismail

Comments
Loading...