Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Apri-Roby Tawarkan Program Gerbang Kampung Pulihkan Ekonomi Bintan

PRESMEDIA.ID,Bintan- Pasangan Paslon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bintan Apri Sujadi-Roby Kurniawan menyatakan akan berupaya memulihkan ekonomi (recovery economy) di Bintan.

Upaya pemulihan ekonomi dimasa Pandemi COVID-19 itu,akan dilakukan  melalui Gerakan Bangun Kampung (Gerbang Kampung), yang merupakan program berbasis pemberdayaan dan langsung dapat dirasakan masyarakat.

Melalui programnya itu, Calon Bupati (Cabup) Bintan, Apri Sujadi menginginkan, Kedepan akan tercipta wirausaha-wirausaha baru dengan cara berkelompok dari Kampung yang dipelopori warga masyarakat secara bersama-sama. atau masyarakat pengusaha sosial (Social Entrepreneur).

“Kita akan mendorong partisipasi dan pemberdayaan seluruh warga di setiap kampung menjadi Social Entrepreneur. Warga membangun kampung halamannya bersama RT dan RW dilingkungannya, dengan semangat bersama dan kegotongroyongan,”ujar Apri belum lama ini.

Melalui program Gerbang Kampung itu, Apri juga menjanjikan akan memberikan dukungan keuangan sebesar Rp. 100.000.000 setiap Kampung selama 5 tahun, mulai 2021.

“Dukungan dana itu bertujuaan untuk menggairahkan dan menumbuhkan kembangkan ekonomi. Ini salah satu program unggulan kami dalam pemulihan ekonomi warga secara efektif dimasa Pandemi COVID-19 ini,”sebutnya.

Mengenai teknis program, Apri menyatakan warga bersama RT/RW dapat merumuskan bentuk usaha yang akan dibuat sesuai dengan potensi Kampung serta kebutuhan masyarakat dengan melakukan musyawarah bersama agar kampungnya menjadi sentra-sentra tertentu.

“Bisa juga digunakan untuk membuat suatu yang unik atau memiliki kekhasan tersendiri yang mampu memulihkan ekonomi bersama-sama. Bangkit bersama dan maju bersama itulah harapan kita semua,”jelasnya.

Sebagai Paslon inkamben dengan nomor urut 1, Apri juga membeberkan 4 poin kebijakan yang dikemas dalam program Gerbang Kampung. Ke 4 prigram itu antara lain, Pembangunan Kampung Padat Karya (Swakelola) dengan tujuan, melalui kebijakan ini, warga tidak perlu menunggu proses panjang agar usulan pembangunan yang diinginkan terealisasi.

Biasanya melalui mekanisme Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Namun untuk tahun depan cukup dengan musyawarah di kampungnya bersama RT/RW dengan menggunakan dana tersebut untuk membangun secara langsung sesuai yang dibutuhkan.

“Dan melalui kebijakan ini, warga juga dapat menerima upah dari pekerjaan yang ada dikampungnya,”katanya.

Berikutnya, Pembentukan Lembaga Keuangan “Koperasi Syariah”. Maka mulai tahun depan kampung-kampung yang memiliki potensi UMKM, Apri-Roby ingin mendorong warga, untuk dapat mengembangkan usaha diberbagai bidang usaha mikro. Agar warga di kampung tersebut tidak perlu meminjam ke Bank konvensional.

“Saat ini, ada juga problem, atas masuknya rentenir atas nama koperasi tak berizin, yang memberikan warga Bintan pinjaman dengan bunga yang besar dan memberatkan warga. Hal ini jadi problem social ekonomi, maka perlu dibentuk Koperasi Syariah,”ujarnya.

Kelebihan Pembentukan Koperasi Syariah untuk masyarakat lanjut Apri, dapat meminjam tanpa anggunan, Namun tidak dalam jumlah besar. Bantuan awal ini alan dibantu melalui kebijakan program Gerbang Kampung untuk memicu tumbuh kembang usaha di perkampungan maupun usaha warga lainnya.

“Kami ingin menciptakan sertiap kampung ekonominya tumbuh tanpa riba, karena sesungguhnya riba adalah dosa besar. Yakinlah Allah SWT akan melimpahkan keberkahan berupa kemakmuran pada kita semua warga Bintan jika kita tegak mengikuti syariat agama,”sebutnya.

Lalu Kampung Wisata/Kreatif/Inovatif (Destinasi baru wisata berbasis masyarakat)
Dalam situasi resesi ini, belum dapat mengandalkan wisatawan mancanegara hadir dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tentunya harus merubah mindset dengan membuat Destinasi wisata baru masyarakat yang kreatif dan inovatif.

Program ini adalah menciptakan destinasi baru agar masyarakat merasakan dampak dari ekonomi wisata. RT/RW bersama warga mengelola langsung untuk menciptakan daya tarik kampungnya dengan Dana yang diberikan agar tercipta kampung yang mampu menciptakan ekonomi bersama.

Dengan adanya ketertarikan wisata baru, akan berdampak pula kepada ekonomi disektor lainnya khususnya usaha di kampungnya. Misal kuliner, permainan, penginapan (HomeStay) dan lainnya yang dapat warga lakukan secara mandiri atau bersama warga lainnya

“Kami yakin ekonomi wisata berbasis masyarakat kedepan akan berkembang untuk warga, untuk itu bangunlah kampung halaman kita secara kreatif, inovatif menjadi destinasi baru untuk kita semua, merasakan manfaat ekonomi wisata secara langsung,” ucapnya.

Kemudian Kampung Tahan Pangan (Perikanan / Pertanian / Perkebunan / Peternakan). Bintan, kata Apri, yang begitu luas lautnya dan lahan yang subur tentu menjadi perhatiannya bersama dengan potensi-potensi diperkampungan.

Kebutuhan warga setiap kampung berbeda-beda sesuai dengan potensinya. Apri Roby ingin warga bangkit membangun ekonomi di kampungnya, sehingga tercipta kampung dengan sentra-sentra hasil yang berbeda disetiap kampung pula.

Dari Rp 100 Juta per kampung, warga secara bersama dapat membuat sentra perikanan tangkap atau budidaya, bisa juga dengan hasil pertanian, perkebunan ataupun peternakan dalam rangka menguatkan ketahanan pangan warga dikampungnya dan berkontribusi hasil pertanian untuk kebutuhan pangan warga Bintan.

Dan sangat diharapkan jika memungkinkan kampung tahan pangan ini menjadi kampung yang berorientasi ekspor dari dari kebutuhan pasar internasional terhadap kebutuhan pangan.

“Gerakan Bangun Kampung adalah harapan besar untuk kita semua bangkit dari keterpurukan ekonomi agar warga Bintan tersentuh langsung dan ekonomi berputar ditengah-tengah masyarakat dan mampu menciptakan lapangan usaha baru dan lapangan kerja baru,”tutup Ketua DPD Partai Demokrat Kepri ini.

Penulis:Hasura

Comments
Loading...