Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
KPU Karimun

Klarifikasi Statement Aspidum Kejati, Kasat Reskrim: Tidak Ada Menyebut Tersangka di SPDP

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP.Herie Pramono.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Karifikasi keterangan Aspidum Kejati atas pengiriman SPDP kasus Pembunuhan ke Kejari. Polres Karimun mengatakan belum menyatakan sikap, atau menyebut nama, atau menentukan sikap apakah tersangka atau tidak Pengusaha Karimun Dwi Untung alias Cun Heng.

Namun demikian Kasat Reskrim Polres Karimun AKP.Herie Pramono membenarkan telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan ((SPDP) atas Laporan Polisi dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut.

“Kami memang mengirimkan (SPDP) dimulainya penyidikan atas LP nomor sekian-sekian. Namun tidak ada kata, kalimat atau perbuatan atau penentuan sikap apakah tersangka atau tidak,”ujar AKP Herie pada PRESMEDIA.ID, Kamis (8/10/2020).

Mengenai tindak lanjut penyidikan, Herie juga mengatakan, sudah memanggil dan memeriksa sejumlah orang dalam kasus tersebut sebagai saksi. Namun mengenai jumlah dan nama saksi yang diperiksa, dia enggan menyebutkan dengan alasan karena kepentingan penyidikan.

“Untuk saksi sudah ada yang diperiksa, Tapi berapa orang dan siapa saksinya, kami tidak bisa sampaikan ke publik karena kepentingan penyidikan,”ujarnya.

Ditempat terpisah Kepala Kejaksaan Negeri Karimun M.Azhar, juga membenarkan telah diterimanya SPDP kasus pembunuhan itu dari Polres Karimun, Dalam SPDP Dwi Untung alias Cun Heng disebutkan sebagai Terlapor.

“Didalam SPDP sifatnya baru hanya Terlapor,”ujarnya.

Mengenai tindak lanjut SPDP, M.Azhar juga mengatakan, hingga saat ini penyidik Polres Karimun juga belum mengirimkan BAP, dan kejaksaan sifatnya menunggu.

“BAP belum ada, kami sifatnya menunggu, dan SPDP itu sifatnya baru hanya terlapor,”ujarnya.

Mengenai laporan pemberitahuan ke Kejaksaan Tinggi, M.Azhar juga membenarkan. Pelaporan itu lanjutnya, dilakukan karena kasus perkara pbunuham atas SPDP yang dikirimkan Penyidik Polres Karimun itu merupakan perkara penting dan menjadi perhatian.

Sebelumnya, Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Kepri, mengatakan, Polres Karimun, telah mengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh Penyidik Reskrim Polres Karimun nomor:55/IX/2020/Reskrim Polres Karimun tanggal 14 September 2020 ke Kejaksaan Negeri Karimun.

Selanjutnya, atas SPDP tersebut Kejaksaan Negeri Karimun juga melaporkan penerimaan SPDP tersebut ke Kejaksaan Tinggi Kepri sebagai Pengendali atas kasus atensi yang terjadi di Provinsi Kepri.

“SPDP-nya kirim penyidik Polres dan sudah diterima Kejaksaan Karimun dan dilaporkan ke Kejati Kepri,”sebutnya Arip Rabu (7/10/2020).

Dalam SPDP Polres Karimun lanjut Arip, Tersangka Dwi Untung alias Cun Heng, disangka melanggar pasal 340 Jo 55 KUHAP dalam tindak pidana pembunuhan berencana terhadap korban Taslim alias Cihok.

Dalam Putusan Pengadilan tersebut, Mejelis hakim juga menyatakan keterlibatan Dwi Untung alias Cun Heng sebagai orang yang turut serta menyuruh pelaku, terdakwa M.Jupri, Lukman Nulhakim,Donal Siregar,Bambang, Kahar Dodi dan Andi.

Majelis hakim juga menyatakan, agar menetapkan Dwi Untung alias Cun Heng sebagai Tersangka. Tetapi dari dulu, kasus ini tidak ditindak lanjuti Jaksa dan Polisi hingga berlaut sampai saat ini.

“Atas pengiriman SPDP kasus pembunuhan tersebut, Saat ini Kejaksaan sifatnya menunggu Berkas Perkara Penyidikan Polisi terhadap Tersangka,”ujarnya.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...