Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Dewan Bintan Nilai BPK-FTZ Bintan Persulit Izin Usaha Sejumlah Investor

Anggota DPRD Bintan Agustinus Purba, saat menunjukan adminsitras kelengkapan perusahan dalam penguruaan izin di BPK-FTZ Bintan yabg sampai saat ini belum kekuar dan diproses

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan menilai Badan Pengusahaan Kawasan Bintan (BPK Bintan) mempersulit investor untuk berinvestasi di wilayah Kabupaten Bintan.

Hal itu ditandai dengan keluhan sejumlah Investor kepada DPRD kabupaten Bintan, yang menyebut sangat sulitnya mengurus perizinan untuk berinvestasi di Kabupaten Bintan.

Anggota Komisi I DPRD Bintan Agustinus Purba mengatakan, keluhan sejumlah investor itu diaampaikan ke DPRD Bintan karena mrngaku kesulitan dalam mengurus perizinan di BPK-FTZ Bintan.

“Atas keluhan Investor ini, menandakan BPK Bintan tidak bisa berkerjasama dan banyak menghambat investor untuk berinvestasi di Bintan. Padahal bisa dilihat para investor telah memilki administrasi perizinan yang lengkap,”ujar Agustinus saat ditemui di Tanjungpinang, Rabu (28/8/2019).

Secara aturan di BPK-FTZ lanjut Agustinus, apabila persyaratan administrasi sudah lengkap, seharusnya investor segera mendapatkan izin di Kawasan Free Trade Zone (FTZ) itu paling lama tiga hari.

“Namun dalam kenyataanya, Perusahaan yang mengeluhkan ini, mengaku sudah lebih dari empat minggu mengurus izin, namun tak kunjung dikeluarkan BPK-FTZ Bintan,” ujarnya.

Ia menilai seharusnya untuk memajukan perekonomian di Kabupaten Bintan, BPK Bintan tidak mempersulit itu Istilahnya jangan dihambat apabila perizinan sudah dipenuhi, dan seluruh persyaratan sudah dipenuhi jangan dihambat lagi.

“Ini tidak sesuai dengan amanah Presiden Joko Widodo bahwa memberikan kenyamanan terhadap investor, untuk berinvestasi,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan legilator DPRD Kabupaten ini, penghambatan dan berbelit-belitnya pengurusan Izin di BPK Bintan yang berdampak pada tidak beroperasinya aktivitas perusahaan Investor, juga menghambat lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran saat ini di Bintan.

“Karena dengan adanya investor masuk di sana maka akan dapat mengurangi pengangguran. Investor akan mempekerjakan masyarakat disana sebagai pekerjanya, otomatis akan mengurangi pengangguran dan meningkatkan perekonomianya juga,”tutupnya, tanpa menyebut perusahaan yang mengeluh itu.(Presmed)

Comments
Loading...