Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Dirut PT.SCEF Sebut Gratifikasi Terdakwa Hari Murti Mengalir ke Menantu Walikota Batam

Direktur dan komisaris PT.SCEF Sebut Gratifikasi Kabag Hukum Pemko Batam Mengalir ke Menantu Walikota Batam.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Korupsi gratifikasi terdakwa Hari Murti Kabag Hukum Pemko Batam disebut mengalir hingga ke memantu Wali kota Batam bernama Didit.

Hal itu dikatakan Suprapto sebagai Dirut dan Sugiharto selaku Komisaris PT.SCEF dalam kesaksianya pada sidang lanjutan korupsi gratifikasi Rp.685 juta terdakwa Hari Murti di PN Tanjungpinang, Senin (12/10/2020).

Dalam persidangan secara virtual, Suprapto mengatakan, pembahasan dan janji pemberian proyek senilai Rp.18 miliar oleh Terdakwa awalnya dijanjikan saat bertemu denganya di Mall Pelayanan Publik (MPP) di Batam. Atas janji itu, Suprapto mengaku percaya karena terdakwa merupakan ASN dan Kabag Hukum di Pemko Batam.

Awal nya kata Suprapto, dirinya ditawarkan dua proyek di Pemko Batam,diantaranya Proyek di MPP senilai Rp 14 miliar dan proyek Bin Kontainer di Dinas DKP Pemko Batam .

“Dari janji itu, saya mengerjakan proyek Interior, furniture, listrik dan AC,”kata Suprapto.

Kemudian atas janji proyek itu, dirinya memberikan uang senilai Rp 685 juta secara bertahap, dengan rincian pertama Rp.300 juta dan kedua Rp.300 juta sehingga total Rp 600 juta.

Namun setelah memberikan uang, Terdakwa tak kunjung memberikan proyek, sebaliknya, malah terdakwa kembali meminta tolong dan bantuan uang senilai Rp 85 juta dengan alasan untuk diberikan ke menantu wali kota Batam bernama Adit.

“Waktu itu, Terdakwa mengatakan akan memberi mobil suzuki Karimun untuk calon menantu Walikota Batam yang pada saat itu akan menikah. Iming-imingnya, jika saya membantu maka ada relasi sehingga gampang untuk mendapatkan proyek di Batam,”ucapnya.

Namun karena proyek yang dijanjikan tak kunjung ada, akhirnya Suprapto menagih uang yang diberikan ke terdawka sejak 2017 sampai 2019. Namun terdakwa tidak mau mengembalikan dan kembali mengiming-ngimingi korban dengan proyek.

“Tapi saya bilang saya ingin agar uang saya dikembalikan saja bukan proyek, tapi dia kembali mengiming-imingi proyek lagi,”jelasnya.

Karena tak kunjung mengembalikan dana gratifikasi yang diberinya, akhirnya kabag Hukum Pemko Batam tersebut dilaporkan ke Polisi, atas dugaan penerimaan gratifkasi dan ditetapakan sebagai terdakwa.

Atas keterangan saksi, Ketua Majelis Hakim, Corpioner, didampingi Majelis Hakim anggota menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), untuk menghadirkan saksi lainnya.

Sebelumnya terdakwa Hari Murti diancam pidana dalam Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis:Roland

Comments
Loading...