Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Kisah TKW Poniyem di Singapura, Ancam Majikan Karena Diperlakukan Kasar†

TKW Poniyem saat diwawancara petugas Perlintasan orang hangar Imigrasi Tanjungpinang di Pelabuhan Sri Bintan Pura anjungpinang (Presmed)

PRESMEDIA.ID.Tanjungpinang-Poniyem (42) Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang di pulangkan dari Singapura ke Tanjungpinang, mengaku mengalami kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi dari majikannya di Singapura.

Didampingi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Wanita yang tengah berbadan dua ini, menceritakan kisah pahitnya ketika berkerja sebagai asisten rumah tangga pada majikanya di Singapura, kepada wartawan di Tanjungpinang,Rabu,(28/8/2019).

Sambil menangis, Poniyem bercerita, bahwa dirinya diperlakukan tidak manusiawi oleh majikannya di negeri Singa itu, ketika meminta izin pulang ke Indonesia. Saat itu kata Poniyem, majikannya melemparnya dengan buku tas dan bahkan sempat ditendang.

“Saya di lempar sama majikan dengan tas, kena ke bagian muka, kemudian dilempar dengan tas kena muka lagi, bahkan saya juga pernah di tendang,”ungkap Poniyem dengan berurai air mata, di pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang.

Ditanya mengenai kasus pengancaman pisau yang dilakukan, Poniyem menyebutkan, hal itu terpaksa dilakukan karena sudah sangat geram, dengan prilaku majikanya yang berlaku kasar dan tidak manusiawi dan tidak mengizinkanya pulang ke Indonesia.

“Awalnya saya mau minta berhenti bekerja, dan ingin pulang ke Indonesia karena saya hamil. Tapi majikan menahan pasport dan permit kerja saya. Berkali-kali saya minta, tapi tak dikasih, sampai akhirnya karena saya sudah geram saya langsung ancam dengan pisau,”ujarnya.

Atas kasus tersebut, lanjut Poniyem dirinya dilaporkan majikanya ke Poliisi dan ditangkap saat hendak pulang. Oleh pengadilan Singapura, dirinya divonis bersalah terbukti melakukan pengancaman dan dihukum selama 4 bulan penjara.

Poniyem mengatakan, pengancaman yang dilakukan sebenarnya hanya ingin menakuti, agar pasport dan permintanya diberi dan dirinya diizinkan pulang ke Indonesia karena sedang hamil. Suaminya dikampung, juga meminta agar dirinya pulang atas kehamilanya.

Ditempat berbeda, Darman Sagala Staf Pengelola Perlindungan BP3TKI Tanjungpinang, mengatakan Poniye sebagai TKW di Sigapura dilihat disistem BP3TKI tidak tercatat sebagai pekerja resmi di luar negeri sehingga merupakan TKW non prosedural.

“Ibu ini bekerja di Singapura pada bulan Maret 2019 lalu. Tetapi di Singapura ibu ini mendapatkan izin resmi dari negara itu,”ucapnya.

Namun karena Poniyem mengetahui bahwa dirinya hamil pada saat sudah dalam keadaan berkerja, maka yang bersangkutan ingin pulang ke Tanjungpinang saat ini kandunganya sudah berusia 6 bulan.

“Dia mengancam majikannya dengan pisau gara-gara ingin pulang tetapi ibu ini belum selesai kontrak kerjanya. Karena merasa terancam majikannya memberikan paspor dan permit, Namun ketika di pelabuhan Singapura ibu ini ditangkap oleh petugas,”ungkapnya.(Presmed6)

Comments
Loading...