Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Disdik Kepri Instruksikan Sekolah, Sanksi Pelajar Ikut Demo Ommibus Law

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Mepri M.Dali.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Dali menegaskan, siswa SMA/SMK/sederajat yang ikut terlibat melakukan aksi unjuk rasa bersama mahasiswa penolakan Omnibus Law di DPRD Kepri diberi sanksi.

“Kami akan minta masing-masing sekolah yang siswanya kedapatan ikut melaksanakan unjuk rasa, agar dilakukan pembinaan, bahkan akan dikenakan sanksi sesuai dengan tata tertib sekolah masing-masing,” tegasnya, Selasa (13/10/2020).

Ia mengutarakan, Disdik Kepri sudah mengimbau melalui Surat Edaran (SE) nomor B/420/475.2/DISDIK/2020 tentang pencegahan keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan pada 7 Oktober lalu.

Dalam SE itu satuan pendidikan agar proaktif mencegah pelaksanakan unjuk rasa yang diikuti para siswa. Dengan tetap melaksanakan pembelajaran melalui media daring.

“Namun beberapa siswa pada aksi sebelum sudah ada yg kedapatan dan sudah diberi peringatan. Ternyata hari ini masih ada, maka kami minta pihak satuan pendidikan dalam hal ini sekolah untuk mengklarifikasi sebab musabab mereka aksi,” ucap Dali.

Sanksi yang dikenakan nanti berdasarkan seberapa jauh keterlibatan para siswa. Kalau hanya ikut-ikutan saja tanpa berbuat anarkis, akan diberikan peringatan saja. Namun, jika sudah mengarah kepada tindakan anarkis, maka akan dipanggil orang tuanya dan diberikan pembinaan.

“Makanya kami imbau kepada pelahar cukup belajar saja, jangan terpengaruh untuk ikut-ikutan melakukan aksi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Puluhan pelajar Tanjungpinang diamankan Polisi dari aksi demo ratusan mahasiswa yang menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Kepri.

Pantauan di lapangan, anggota Polisi menarik satu persatu pelajar yang masuk dalam barisan mahasiswa pada kasi deko yang berlangsung di kantor DPRD Kepri.

Sejumlah pelajar itu yang menyusup itu, selanjutnya dikumpulkan menjadi satu, untuk dilakukan pendataan.

Tidak hanya itu, selain pelajar polisi yang saat itu berpakaian preman, juga mengamankan beberapa remaja putus sekolah, yang juga ikut menyusup ke barisan mahasiswa yang menggelar aksi demo.

“Sudah kita amankan, sekarang lagi kita data,”ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra.

Penulis:Ismail

Comments
Loading...