Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Setelah Aksi Demo Rusuh, Kapolres Tanjungpinang Dimutasi

Kapolres Tanjungpinang, AKBP.M.Iqbal dan perwakilan Mahasiswa saat bernegosiasi dalam akasi demo menolak UU Cipta Kerja di DPRD Kepri.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Setelah kejadiaan aksi demo mahasiswa dan buruh menolak UU Omnibus Low Cipta kerja rusuh di DPRD Kepri, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tanjungpinang, AKBP Muhammad Iqbal dimutasi.

Mutasi Kapolres itu tertuang dalam surat telegram bernomor ST/2935/X/KEP/2020 yang diterbitkan Selasa (13/10/2020) dan menyebera dikalangan Media.

Selanjutnya, jabatan Kapolres Tanjungpinang digantikan oleh AKBP Fernando yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagrim Bagdiapers Rodalpres SSDM Polri.

Kasubag Humas Polres Tanjungpinang, Iptu Supriadi juge membenarkan pergantin pimpinan Kapolres Tanjungpinang itu. Di mengatakan, Kapolres Tanjungpinang M.Iqbal dimutasi ke Polda Kepri.

“Benar, Pak Kapolres Tanjungpinang, AKBP Muhammad Iqbal di mutasi ke Polda Kepri,”katanya saat ditemui di Mapolres Tanjungpinang, Rabu(14/10/2020).

Supriadi menyampaika setelah TR ini keluar, di perkirakan kurang lebih 14 hari akan di laksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab).

“Biasanya seperti itu, tergantung ada TR terbaru atau tidak. Sepertinya di Polda Kepri sertijab nanti,”ujarnya.

Sebelumnya, Unjuk rasa mahasiswa dan buruh menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Kepri kawasan pusat pemerintahan berakhir ricuh sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (8/10/2020).

Ratusan mahasiswa yang melakukan aksi demo ditembaki Polisi dengan gas air mata. Sementara mahasiswa lainya dikejar dan bahkan ada yang diceburi ke dalam kolam ikan di lobi kantor DPRD Kepri.

Pantauan wartawan, kericuhan berawal ketika mahasiswa yang ingin bertemu dengan ketua DPRD Kepri untuk menyampaikan aspirasi. Namun pada saat itu, bukan ketua DPRD Kepri yang hadir, melainkan wakil ketua II DPRD Kepri.

Tidak terima dengan kehadiran wakil ketua II DPRD Kepri itu, mahasiswa akhirnya protes dan ingin memaksa masuk ke dalam ruangan DPRD.

Melihat kondisi itu, anggota kepolisian yang berjaga di pintu masuk lobi kantor DPRD melakukan penghalauan hingga akhirnya terjadilah kerusuhan dan anggota Dalmas Sabara yang berjaga menembakan gas Air mata.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Muhammad Iqbal mengatakan, pembubaran aksi demo mahasiswa dan buruh itu, terpaksa dilakukan dengan alasan keamanan dan kesehatan.

Awalnya kata Iqbal, pihaknya telah melakukan langkah-langkah pendekatan untuk menampung keinginan aksi mahasiswa masuk ke depan lobi kantor DPRD Kepri untuk berdiskusi dengan pimpinan DPRD Kepri.

“Bahkan kami juga sudah berkali-kali memberi himbauan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan Covid-19 serta Maklumat Kapolri, Tetapi mahasiswa tidak mau mengindahkan,”ujarnya.

Penulis:Roland/Redaksi  

Comments
Loading...