Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tunjuk Terperiksa Dugaan Korupsi Plt Dirut RSUP, Arif Fadilah: Bu Sandri Juga Terperiksa

Sekda Kepri TS Arif Fadillah

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Sekretris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau TS Arif Fadillah mengatakan perggantian Pelaksana tugas (Plt) dirut RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang provinsi Kepri dr.Elfiani Sandri kepada dr.A Yusmanedi sudah sesuai ketentuan.

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Badan Kepegawaian Negara (BKN) nomor 02 tahun 2019 tentang kewenangan pelaksana harian (Plh) dan pelaksana tugas (Plh) jabatan direktur.

“Dalam SE itu diatur, jabatan seorang Plt dibatasi hanya 3 bulan, dan maksimal perpanjanganya sebanyak 3 kali berturut-turut. Kita ketahui bu Sandri sudah lebih dari tiga kali diperpanjang. Maka, arahan Pak Gubernur agar mencari dokter senior menggantikannya,”ujarnya saat ditemui di Gedung Daerah, Tanjungpinang,Rabu (14/10/2020).

Arif juga mengatakan, pemilihan dr.A Yusmanedi menempati jabatan sebagai Plt Dirut RSUP-RAT yang baru merupakan pilihan Gubernur Kepri. Apalagi, dari pengalaman dan kinerjanya, beliau sudah layak menduduki jabatan tersebut.

“Apalagi dari 2 pejabat yang mengikuti Open Bidding dirut RSUD, Namnya masuk dalam daftar pilihan peserta. Maka, beliau dipilih, Nanti kalau memang nama beliau yang diangkat definitif, kan tinggal SK yang diberikan,”ungkap Arif.

Disingung mengenai status dr.A Yusmanedi yang pernah menjadi terperiksa dalam dugaan kasus korupsi. Arif menyatakan menyatakan, pihaknya mengedepankan azas praduga tak bersalah.

“Kita kedepankan asas praduga tak bersalah. Apalagi sampai saat ini belum ada putusan inkrah. Kemudian, kalau diikutkan Bu Sandri juga pernah menjadi terperiksa,”kata Sekda.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepri menunjuk dr.A Yusmanedi sebagai Plt Dirut RSUP RAT menggantikan dr Elfiani Sandri.

Pergantiaan Plt Dirut RSUP-RAT Tanjungpinang ini, tertuang dalam Surat Perintah Pelaksa Tugas (Plt), Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS.Arif Fadillah nomor:820/5524/BPKSDM/SP/2020 tanggal 12 Oktober 2020 sampai dengan tanggal 12 Januari 2021 atau sampai dengan jabatan definitif dilantik.

Untuk diketahui, dr.A.Yusmanedi pernah dipanggil penyidik Direskrimsus Polda Kepri dalam dugaan korupsi pengadaan bahan habis pakai dan obat-obatan di RSUP RAT tahun 2014-2019.

Penyelidikan dilakukan berdasarkan surat perintah penyidikan nomor SP-Lidik/92/IV/2020 Ditreskrimsus tertanggal 25 Juni 2019 lalu.

Penulis:Ismail/Redaksi

Comments
Loading...