Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tawarkan Solusi Pembangunan, Ini Visi Soerya-Iman Wujudkan Kepri Maju, Sejahtera dan Berakhlak

Visi dan misi Pasangan calon Guberur dan wakil Gubernur nomor urut 1 Soerya Respationo-Iman Sutiawan.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Tawarkan solusi penyelesaian sejumah permasalahan pembangunan di Kepri. Pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Soerya Respationo-Iman Sutiawan mengemban Visi “Terwujudnya Provinsi Kepulauan Riau yang maju, mandiri, sejahtera, berakhlak berlandaskan asas kebersamaan dan Gotong Royong”.

Dari visi tersebut, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri dengan nomor urut 1 ini, menjabarkan visinya kepada 7 misi dengan sejumlah program solusi dalam pelaksanaan pembangunan Kepri.

Ke 7 Misi pasangan SINERGI ini antar lain, Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berkompetensi tinggi dan berakhlak mulia melalui pengembangan sistem kesehtan, pendidikan, kewirausahaan secara mandiri dan memperkuat kesetaraan gender serta perlindungan terhadap ibu dan anak, pemberdayaan generasi muda/kaum mellenial dengan mengikutsertakan seluruh masyarakat Kepri yang heterogen dalam pembangunan.

Kedua, Mewujudkan kesejahteraan dan keadilan rakyat melalui pembangunan ekonomi yang produktif, melalui pengembangan sektor-sektor Ekonomi baru, bertumpu pada kemandiriaan usaha, pemberdayaan bidang kelautan/kemaritiman, pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan reformasi ketenagakerjaan serta pengembangan dan pemanfaatan infrastruktur.

Ketiga, Meningkatkan kinerja aparatur pemerintahan yang bersih, modern dan berorientasi pada pelayanan publik untuk mendukung Kepulauan Riau sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Nasional sebagai daerah pelabuhan dan perdagangan bebas.

Keempat, Memperkuat sinergitas pemerintah daerah dengan meningkatkan hubungan/komunikasi antara pemerintah daerah Provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota dengan pemerintah pusat, guna peningkatan kapasitas sebagai daerah otonom dan peningkatan daya saing daerah.

Kelima, Pembangunan wilayah hinterland dan sektor kepariwisataan serta pelestarian sosial budaya masyarakat, khusunya budaya Melayu dengan prinsip “Dimana bumi dipijak, Disitu langit dijunjung’.

Keenam, Mewujudkan supremasi hukum dan penegakan hak asasi manusia serta ketertiban umum yang didukung oleh sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

Dan yang Ketujuh, Menumbuhkembangkan sikap kebersamaan dalam masyarakat melalui pengembangan semangat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa Indonesia.

Untuk mendukung terwujudnya visi dan misi tersebut, Pasangan calon Gubernur Soerya-Iman juga menjabarkanya melalui sejumlah program priotitas dalam penyelesaiaan masalah dan pembengunan Kepri.

“Beberapa arah pembangunan dan program prioritas yang akan kami laksanakanakan itu, diantaranya, Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan gratis, seluruh biaya pendidikan SMU/SMK/SLB/Sederajat akan digratiskan, mulai dari seragam, buku hingga SPP, dengan tujuan agar tidak ada lagi anak-anak kepri yang putus sekolah,”ujar Soerya.

Selain itu, pasangan ini juga memprogramkan, pendidikan unggul hingga tuntas (program Puas). Program ini bertujuan untuk mendorong wajib belajar 16 tahun di provinsi Kepulauan Riau, sehingga anak-anak daerah yang lulus SMU/Sederajat dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Program ini katanya, akan direalisasikan melalui bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang tidak mampu serta beasiswa bagi mahasiswa berprestasi hingga tuntas menyelesaikan pendidikan.

“Demikian juga program peningkatan kualitas tenaga pendidik dan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan akan diarahkan untuk meningkatkan kualitas guru melalui pendidikan dan pelatihan dan pemberdayaan tenaga pendidik yang ada di Kepulauan Riau yang masih berstatus honorer untuk diangkat menjadi ASN(PNS/PPPK) sesuai ketentuan yang berlaku,”sebutnya.

Program pendidikan berkarakter, juga direncanakan untuk mempersiapkan anak-anak daerah yang unggul dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta dibidang keagamaan dan kemuliaan akhlak.

Disektor Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat, Soerya-Iman mengatakan, akan mewujudkanya melalui program peningkatan alokasi anggaran jaminan kesehatan masyarakat di Kepri, hingga tidak ada lagi masyarakat Kepri yang tidak mampu tidak terlayani akses kesehatan, tidak memiliki BPJS atau tidak mampu mebayar BPJS.

Selain peningkatatan kualitas pelayanan kesehatan, Soerya-Iman juga memprogramkan peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit maupun puskesmas, melalui ketersediaan obat-obatan yang memadai serta ketersediaan tenaga medis yang kompeten dan merata diseluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau

“Kami juga akan mengoptimalikan pemberdayaan peran posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan pada masyarakat,”jelasnya.

Program lain dari Misi Soerya-Iman juga dijabarkan dalam peningkatan dan pemberdayaan perempuan serta kesetaraan gender, yang akan diwujudkan melalui peningkatan kualitas perlindungan perempuan dan anak.

“Mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan, melalui pemberdayaan organisasi perempuan, BKMT dan sebagainya. Mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis keterampilan perempuaan melalui pelatihan, dukungan permodalan dan pemasaran produk, serta Peningkatan kualitas perempuan, sebagai sumber daya pembangunan,”ujarnya.

Disektor pemberdayaan Kepemudaaan dan Olahraga, Soerya-Iman juga Mendorong partisipasi pemuda dalam pembangunan, melalui pemberdayan organisasi-organisasi kepemudaan dan kelompok milenial, yang diarahakan pada kegiatan positif, edukatif, berwawasan kebangsaan dan keagamaan.

“Kami juga mendorong Pemuda milenial agar memiliki semangat entrepreneur hingga mandiri dan dapat meningkatkan kualitas keterampilan dan keahlian melalui pelatihan dan fasilitasi,”katanya.

Demikian juga melalui peningkatkan sarana prasarana kepemudaan melalui pembangunan gedung pemuda sebagai pusat aktivitas dan pemberdayaan pemuda. Peningkatkan sarana prasarana olahraga yang memadai di wilayah kabupaten/kota di provinsi kepulauan riau
dan mmemberikan apresiasi dan dukungan kepada atlet berprestasi dalam upaya peningkatan kesejahteraan maupun sebagai motivasi untuk peningkatan prestasi dibidang olahraga.

Disektor Recovery atau (Pemulihan) Ekonomi paskapandemi COVID-19 di Kepri, Soerya-Iman mengatakan, akan menjadi salah satu program prioritas makro jangka panjang melalui program peningkatan bantuan sosial dimasa covid-19 bagi seluruh masyarakat di provinsi kepulauan riau.

“Bantuan modal usaha untuk pemulihan usaha kecil dan menengah yang terdampak Covid-19, Bantuan pinjaman lunak tanpa bunga dan tanpa agunan bagi pelaku ekonomi kecil dan para pekerja sosial, pekerja jasa, korban PHK, pedagang kaki lima, buruh, tukang ojek, petani, nelayan, supir angkutan umum dan lainnya,”ujarnya.

Sedangkan dalam program recovery ekonomi makro, akan diimplementasikan melalui program, Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi strategis di wilayah kebupaten kota, sesuai keunggulan dan potensi masing-masing.

Peningkatan dan pembangunan jembatan penghubung, pelabuhan, serta infrastruktur pendukung lainya, dan sarana prasaran penunjang, dalam merangsang investasi daerah.

“Untuk program-program strategis ini, kami akan memastikan, pembiayaannya tidak akan bersumber dari APBD, melainkan sinergitas dengan pemerintah pusat. Tujuanya, agar APBD dapat lebih optimal untuk peningkatan kesejahteraan dan pemulihan ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Dengan tumbuhnya kawasan-kawasan Industeri dan usaha lainya, juga berorientasi bagi menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakt. Sehinnga, akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, mengatasi tingkat pengangguran serta meminimalisir angka kemiskinan di provinsi kepulauan riau.

“Pembangunan sektor ekonomi berbasis maritim, juga kami progrankan melalui pemanfaatan potensi kelautan Provinsi Kepri akan lebih dioptimalkan. Pengembangan Ekonomi masyarakt pesisir dan kawasan pertanian akan diarahkan melalui program peningkatkan kesejahtaraan nelayan, petani dan peternak dengan pemberiaan bantuan peralatan tangkap, penerapan teknologi tepat guna serta kebutuhan pertanian dan perternakan yang dibarengi dengan fasilitasi pemasaran,Ujarnya.

Untuk menangkap hasil dari pertaniaan dan Nelayan, Soerya mengatakan, juga akan dilakukan pengambangan pasar-pasar tradisional di wilayah pesisir maupun pasar petani. Mendorong dan menfalitasi keberadaan koperasi nelayan/petani maupun usaha-usaha ekonomi kreatif masyarakat serta menfasilitasi promosi dan pemasaran produk unggulan hasi olahan produk perikanan dan pertanian serta berbagai produk ekonomi kreatif masyarakat hingga kepasar internasional.

Pada Bidang Reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan daerah dan reformasi birokrasi, akan diarahkan melalui program Optimalisasi perencanaan pemnbangunan berbasis kebutuhan daerah, sehingga pelaksanaan program kegiatan yang dilakukan tidak hanya ceremonial, tetapi terencana dan terintegrasi dengan baik, terukur dan tepat sasaran.

“Kami juga akan mengoptimalkan organiasi perangkat daerah sesuai tugas dan fungsi masing-masing, sehingga orientasi pelaksanaan program kegiatan masing-masing perangkat daerah sesuai tugas dan fungsi urusan masing-masing dalam mengimplementasikan visi misi yang nantinya dituangkan menjadi rencana pembangunan jangka menengah daerah,”sebutnya.

Fungtsi pengawasan internal pemerintahan daerah juga perlu diitngkatakan, guna meminimalisir penyalahgunaan anggaran mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan dan pertanggungjawaban dalam setiap program kegiatan anggaran.

Pengukuran kualitas aparatur dengan berbasis kompetensi juga perlu dilakukan, sehingga ada sinergitas dalam penempatan jabatan sesuai dengan pemetaan beban kerja, tugas, dan fungsi jabatan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing aparatur.

“Peningkaran kapsitas tenaga pendukung aparatur pemerintahan, program ini akan diarahkan untuk mengimplementasikan amanah undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara melalui Transformasi ststus tenaga honoree/tenaga harian lepas dan pegawai tidak tetap menjadi P3K sesuai ketentuan yang berlaku,”jelasnya

Disektor peningkatan kualitas pelayanan publik, Suerya mengatakan akan melaksanakan melalui beberapa program prioritas yang diantaranya, Peningkatan kualitas pelayanan perizinan satu pintu melalui penyederhanaan prosedur dengan sistem online. Peningkatan kualitas pelayanan pajak dan retribusi daerah yang berbasis teknologi dan layanan Samsat Keliling. Peningkaran kualitas keterbukaan informasi publik berbasis teknologi informasi dan komunikasi serta sinergitas pemerintah kabupaten/kota melalui optimalisasi peran RT/RW sebagai ujung tombak pelayanan publik kepada masyarakat, melalui penambahan insentif RT/RW setiap bulannya.

Pelestarian dan pengembangan budaya, Soerya juga berkomitmen, mnelalui program Menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya dan kesenian daerah dengan menempatkan budaya Melayu sebagaqi payung pelindung dan bingkai pemersatu semua budaya di kepulauan riau.

Peningkatjan upaya perlindungan, pelestarian dan pengembangan kawasan objek cagar budaya serta mensinergikannya sebagai kawasan-kawasan objek wisata sejarah. budaya dan religi, Serta mengoptimalkan penerapan perda tentang bangunan berciri khas melayu ppada setiap perkantoran pemerintahan maupun fasilitas-fasilitas publik lainya serta membangun rumah adat melayu di setiao kabupaten/kota di provinsi kepulauan riau

Penigkatan kesadaeran nilai-nilai pancasila dan kualitas keiamanan dan akhlak umat beragama, program tersebut akan diimplementasikan melalui program, menumbuhkembangkan nilai-nilai pancasila dan semangat gotong royong dalam semua aktivitas kehidupan bermasyareakt, pembangunan pusat pendidikan agama islam (Islamic Center ) disetiap kabupaten/kota di provinsi kepulauan Riau.

“Serta peningkatan bantuan dan sarana prasarana masjid, rumah ibadah lainnya maupun kegiatan-kegiatan keagamaan serta peningkatan kapasitas para imam, mubaliqh, guru TPA/TPQ petugas fardu kipayah melaluo tambahan bantuan insentif setiap bulannya sealin yang bersumber dari pemerintah kabupaten/Kota,”pungkasnya.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...