Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Habiskan Rp.15 M, Biaya Satu Pasien COVID-19 di RS-RAT Tanjungpinang Tembus Rp.700 Juta

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang, dr Yusmanedi

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Tahukah anda berapa biaya perawatan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan alokasi dana yang digunakan Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang dalam menangani pasien COVID-19.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUP Raja Ahmad Tabib (RAT) Tanjungpinang, dr Yusmanedi mengatakan, biaya perawatan pasien COVID-19 berbeda-beda dan tergantung, seberapa berat kasusnya atau kondisi kesehatan pasien yang terinfeksi.

Ia mengakui, hingga saat ini rekor tertinggi biaya fantastis perawatan yang pernah dibiayai RSUP RAT untuk penanganan COVID-19, pernah menyentuh angka Rp 700 juta untuk satu pasien.

“Yang paling tinggi sampai Rp 700 juta, itu kasus mendiang Wali Kota Tanjungpinang dulu,”ujarnya, Kamis (15/10/2020).

Dijelaskan, besaran biaya masing-masing pasien tergantung dari tingkat kegawatan pasien itu sendiri. Jika pasien itu tidak memiliki gejala penyakit lain, biaya perawatannya tergolong rendah. Tapi, jika pasien itu memiliki gejala penyakit lain, seperti hati, saraf dan jantung maka biaya perawatannya juga otomatis akan tinggi.

“Kalau hanya biaya perawatan ringan, bisa Rp 10-15 juta per pasien. Jadi besaran biaya perawatan itu tergantung dari hasil swab, jika hasil swabnya positif terus dan ada gejala lain tentu akan dirawat terus, dan itu tentunya akan menambah biaya perawatan,”terang Yusmanedi.

Ia menyebut, tingginya biaya perawatan pasien COVID-19 itu karena harga obat antivirus Rp 1,5 per sekali suntik. Sementara dalam satu hari, antivirus itu bisa disuntikkan dua atau tiga kali ke tubuh pasien COVID-9.

“Jadi yang mahal dalam perawatan pasien COVID-19 itu obat dan alatnya,” ucapnya.

Yusmanedi menambahkan, pihaknya sudah mengajukan klaim pengganti biaya perawatan sebesar Rp 5,2 miliar untuk 95 pasien COVID-19 yang dirawat di RSUP RAT sepanjang periode Maret-Mei 2020.

Dan berdasarkan perhitungan, selama periode tersebut RSUP RAT telah mengeluarkan biaya hingga Rp 8,7 miliar.

Namun, karena ada sejumlah permasalahan, Kemenkes hanya bersedia membayar sebesar Rp 5,2 miliar. Adapun permasalahan itu seperti karena adanya perubahan regulasi. Kemudian, ada juga NIK pasien yang tidak online.

“Selain itu ada juga karena hasil swab dari BTKL tidak lengkap. Dan ada juga pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang dirawat di rumah Singgah dan tidak disetujui verifikasinya oleh BPJS Kesehatan,”imbuhnya.

Sudah Habiskan Dana Rp.15 M Dana Penanganan COVID-19

Selain itu Plt.Dirut RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Provinsi Kepri ini juga mengatakan, Sejak Januari sampai Mei 2020, Rumah Sakit RAT Tanjungpinang provinsi Kepri telah menggunakan Rp.15 Miliar lebih dana reffocusing penanganan COVID-19 dari APBD 2020 Provinsi Kepri.

“Untuk tahap I dana penanganan COVID yang sudah digunakan Rp.15 miliar lebih, dan saat ini, kami juga sedang mengajukan Rp.8 Miliar lebih lagi anggaran tahap II penanganan COVID-19 ke Provinsi Kepri,”sebutnya.

Dari total dana itu lanjutnya, selain untuk biaya perawatan Pasien COVID-19, alokasi dana pengaman Covid paling banyak terpakai untuk sana insentif Tenaga Kesehatan, dokter dan perawat di RS-RAT Tanjungpinang.

Sebelumnya, pemerintah provinsi Kepri mengalokasikan Rp.230 miliar alokasi dana refocusing penanganan COVID-19 dari APBD 2020 Kepri.

Dari jumlah tersebut, Sekda Kepri TS.Arif Fadillah mengaku telah menggunakan Rp.170 miliar. Sementara sisanya Rp.60 miliar lagi akan digunakan pada tahap II reffocusing.

Untuk Rumah Sakit RAT Tanjungpinang sendiri, dialokasikan Rp.25 Miliar lebih, RS Engkau Haji Daud Tanjung Uban Rp.19 Miliar, dan dinas Kesehatan Kepri Rp.6 Miliar.

Penulis:Ismail/redaksi

Comments
Loading...