Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Diamankan Polda Kepri, BP3TKI Pulangkan 29 Orang CPMI Ke Kupang NTT

Puluhan CPMI yang akan dipulangkan BP3TKI dari Batam ke NTT.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) memulangkan 29 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Non Prosedural ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (28/8/2019).

Kepala BP3TKI Tanjungpinang, Mangiring Sinaga mengatakan ke 29 CPMI itu diterima dari Polda Kepri, kemudian ditampung di shelter BP3TKI Tanjungpinang dan pemulanganya difasilitasi pemulangan ke daerah asal melalui Bandara Hang Nadim Batam.

Namun, Mangiring Sinaga menyampaikan sebelum dipulangkan pihaknya melalui tim P4TKI Batam untuk melakukan pendataan terhadap PMI, dan kemudian melakukan sosialisasi mengenai proses penempatan dan perlindungan PMI yang aman dan prosedural, sehingga CPMI diharapkan dapat memahami bagaimana cara bekerja ke luar negeri secara resmi dan aman, baik di negara asal maupun di negara penempatan.

“Sudah kami pulangkan ke Kupang melalui jalur udara. Untuk keamanan dan kepastian CPMI sampai ke daerah asal, proses pemulangan dilakukan dengan pendampingan oleh petugas P4TKI Batam hingga ke Kupang. Setelah itu langsung diserahterimakan kepada BP3TKI Kupang,”kata Mangiring, Kamis (29/8/2019).

Baca Juga

Ia juga mengapresiasi sebesar-besarnya kepada Polda Kepri, dengan peran aktif dari kepolisian. Menurutnya telah banyak membantu dalam pengelolaan PMI maupun CPMI nonprosedural di wilayah Kepri yang terkenal sebagai entry dan exit points menuju Malaysia dan Singapura tersebut.

“Dalam tahun ini saja, sudah beberapa kali kami bekerjasama dengan Polda Kepri dan jajarannya. Tidak hanya itu kami berkerjasama dengan Polres Bintan dan Polairud Polda Kepri dalam pencegahan CPMI dan penanganan tenggelamnya kapal PMI non prosedural betapa waktu laku,”ungkap Mangiring.

Ke depan diharapkan, jajarannya tetap menjalin hubungan
baik dengan seluruh stakeholders, tidak hanya Kepolisian, namun juga dengan stakeholders lainnya seperti TNI Angkatan Laut, Imigrasi, Disnaker hingga masyarakat.

“Semua itu wajib dilakukan, semata-mata demi menjaga kepentingan pengelolaan PMI di wilayah Kepulauan Riau agar bisa terus ditingkatkan secara lebih maksimal,”tutupnya.

Sebelumnya di ketahui sebanyak 29 CPMI Non Prosedural diamankan oleh Polda Kepri. Kronologis kejadian awalnya informasi berasal dari masyarakat yang melaporkan mengenai adanya tindak-tanduk mencurigakan pada sebuah rumah di Kelurahan Sei Jang, Kota Tanjungpinang, pada hari Sabtu (24/8/2019)lalu.

Rumah yang kemudian diduga menjadi tempat penampungan CPMI non prosedural tersebut kemudian diselidiki oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dengan menurunkan anggotanya ke lapangan. Setelah penyelidikan dilakukan, dan didapatkan keterangan yang valid, sehingga polisi langsung turun untuk melakukan penggerebekan tempat kejadian perkara.

Dari penggerebekan diamankan 29 orang yang diduga sebagai CPMI yang hendak diberangkatkan secara non prosedural ke Malaysia. Hal tersebut diperkuat dengan tidak ditemukannya dokumen-dokumen. Dalam penggerebekan terebut, turut diamankan 2 orang yang diduga kuat sebagai tekong, dengan inisial AB, dan SN, keduanya warga NTT.

Dari informasi Polda Kepri Kedua orang tekong tersebut sudah ditahan dan akan diproses lebih lanjut sesuai peraturan yang berlaku.(Presmed6).

Comments
Loading...