Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Berdamai dan Diberi Jabatan, Hariyu Cabut Laporan Dugaan Gelar Palsu Dirut BUMD Tanjungpinang

Pelapor dugaan Gelar/Titel palsu Dirut BUMD Tanjungpinang, Hariyu Sagita mencabut laporanya, karena berdamai dan diberi Jabatan Kadiv Operasional di BUMD Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Hariyun Sagita pelapor dugaan gelar palsu Direktur BUMD kota Tanjungpinang, mencabut laporan dugaan tindak pidana pemalsuaan gelar palsu Direktur BUMD Tanjungpinang.

Infromasi yang beredar, Pelapor Hariyun mencabut laporan dugaan tindak pidana pemalsuan gelar akademis itu, karena diberi jabatan dan berdamai.

Selain itu, Pelpor yang sebelumnya “berkoar-koar” melaporkan dugaan gelar palsu Dirut BUMD ini, juga telah berkerja di BUMD kota Tanjungpinang dengan jabatan sebagai Kepala Devisi (Kadiv) Operasional BUMD PT.Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB).

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra juga membenarkan dicabutnya Laporan dugaan gelar palsu Dirut BUMD tersebut.

“Pencabutan nya ada tapi belum di SP3,”kata Rio.

Pencabutan dikatakan, dilakukan Pelapor Hariyu Sagita pada tanggal 29 September 2020 lalu. Namun saat ditanya, apakah proses penyidikan kasus dugaan penggunaan gelar palsu itu akan di Hentikan atau SP3, Rio enggan menjawab.

Dikonfrimasi terpisah, Hariyun Sagita juga membenarkan telah mencabut laporan polisi dugaan pemalsuan gelar Dirut BUMD kota Tanjungpinang itu, dengan alasan mau berdamai.

Hariyun juga tidak membantah, jika dirinya juga telah bekerja dan menerima SK pengangkatan sebagai Kepala devisi (Kadiv) Operasional di BUMD PT.TMB sejak 1 Oktober 2020 lalu.

“Tapi tak pernah saya masuk, cuma sekali, itu pun tidak ada 1 jam, kedua kali ingin lihat kawan-kawan yang kerja di sana,”katanya.

Ketika ditanya apakah karena diberi jabatan dan bekerja di BUMD hingga dirinya mencabut Laporan dugaan tindak pidana pemalsuan gelar itu, Hariu membantah, dan mengatakan, bukan karena jabatan itu tetapi karena murni ingin berdamai.

Saat ini, lanjutnya, dia juga telah mundur dari BUMD dengan alasan tidak berminat bekerja disana (BUMD-red) walaupun di kasih SK, karena sudah melihat seperti apa BUMD kota Tanjungpinang itu.

“Saya juga tahu, tidak cocok untuk saya, lagian saya juga ada kerja tetap,”pungkasnya.

Sebelumnya, Haryun Sagita beraama tim-nya mealaporkan dugaan gelar Palsu Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang ke Polisi.

Laporan di terima Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang dari Haryun Sagita beraama tim-nya di Polres Tanjungpinang.

Selanjutnya, atas laporan dan penyelidikan, Satreskrim Polres Tanjungpinang menaikkan status penyidikan dugaan pemalsuan titel atau gelar akademis Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang ke penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra mengatakan, Hasil penyelidikan dan gelar perkara yang dilakukan, penyidik berkeyakinan kasus yang semula pengaduan dinaikan menjadi laporan Polisi dan dinaikan ke penyidikan.

Rio juga menyampaiakan, untuk penetapkan siapa tersangka dalam perkara ini, pihaknya masih menunggu dan melengkapi berkas administrasi dan prosedur yang ada baru menetapakan tersangkanya. “Setelah itu kita akan menetapkan tersangka,”jelas saat itu.

Penulis:Roaland/Redaksi 

Comments
Loading...