Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Tertibkan 2.566 APK, Bintan dan Anambas Lakukan Pelanggaran Kampanye

Anggota Bawaslu Kepri Idris.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepri mengatakan, telah menertibkan 2.566 alat peraga kampanye (APK) pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta wali kota dan wakil wali kota yang melanggar aturan selama masa kampanye mulai 26 September 2020 hingga 15 Oktober 2020.

Komisioner Bawaslu Kepri, Idris menyampaikan APK yang telah ditertibkan meliputi baliho 79 buah, spanduk 2.344 buah, dan 143 umbul-umbul di 6 kabupaten/kota di Kepri.

Ketentuan APK yang ditertibkan, yakni ukuran melebihi batas maksimal sesuai ketentuan, jumlah melebihi batas maksimal sesuai ketentuan, dan tidak sesuai dengan titik lokasi yang sudah ditetapkan KPU setempat.

Kemudian, APK yang difasilitasi pemerintah daerah yang memuat foto calon petahana, APK yang berdekatan dengan lampu lalu lintas harus berjarak ±15 meter, dan APK yang berada di tempat ibadah, fasilitas umum, fasilitas kesehatan, dan gedung milik pemerintah dan lembaga pendidikan dengan radius ±15 meter dan tidak berhadapan dengan fasilitas tersebut.

“Sebelum penertiban dilakukan, kami telah mengirimkan surat imbauan kepada masing-masing penghubung paslon. Kami mengimbau semua paslon mematuhi PKPU terkait pemasangan APK,”ungkapnya dalam acara media gathering bersama sejumlah awak media di kantor Bawaslu Kepri, Kilometer 8 Kota Tanjungpinang, Jumat (16/10/2020).

Selain itu, ia menjelaskan, Bawaslu juga turut melakukan pendataan kegiatan kampanye paslon gubernur, bupati, dan wali kota yang telah dilaksanakan di semua kabupaten/kota se Kepri.

Hingga saat ini, jumlah kampanye terbanyak ada di Kota Batam, yaitu sebanyak 87 kegiatan, disusul Kabupaten Lingga 32 kegiatan, Kota Tanjungpinang 20 kegiatan, Kabupaten Bintan 17 kegiatan, dan Kabupaten Karimun satu kegiatan.

“Sedangkan untuk Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas belum terdapat kegiatan kampanye paslon,”tuturnya.

Dari sejumlah kegitan kampanye itu, tegas Idris, dua daerah di Kepri diduga telah melakukan pelanggaran kampanye di tengah pandemi COVID-19. Kedua daerah itu adalah Bintan dan Anambas.

“Di dua daerah ini, ditemukan kampanye yang tidak sesuai dengan Protokoler kesehtan, dan saat ini sedang ditangani Bawaslu,”sebutnya.

Penulis:Ismail 

Comments
Loading...