Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Kasus Bobby Jayanto di SP3, LP3I dan MAKI Ancam Praperadilkan Polisi dan Kejaksaan

Koordinator MAKI dan LP3H-RI Jakarta, Bonyamin

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) dan Lembaga Pengawasan Pelaksana Pelanggaran Hukum Republik Indonesia (LP3H-RI) mengancam mempraperadilkan Polres dan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang jika menghentikan SP3 kasua dugaan rasis dan diskriminasi Ras tersangka Bobby Jayanto.

Koordinator MAKI san LP3H-RI Jakarta, Bonyamin mengatakan, wacana SP3 kasus, sebagai mana yang digulirkan penyidik Polres Tanjungpinang yang didasari atas adanya pertemuan pelapor dan terlapor, serta dihadiri Wakapolda, merupakan penegakan hukum yang melawan azas dan kalau dibiarkan Negara NKRI ini bisa bubar.

Berdasarkan KUHAP, lanjut Boyamin, penghentian penyidikan perkara itu, hanya ada 3, si terlapor mati, nefisenidem dan kadaluarsa karena tidak cukup alat bukti.

“Kalau ada kasus SP3 diluar itu, Apalagi salah satu pelapor mencabut, dan susah ditetapkan tersangkanya, itu jelas-jelas melanggar KUHAP. Dan terhadap hal ini, Kami tudak akan tinggal diam. MAKI dan LP3H-RI akan menguji proses penghentian perkara yang tidak prosedural malalui Pra Peradilan,”ujar Bonyamin di Tanjungpinang, Rabu (28/8/2019).

Baca Juga

Jika disini ada kasus seperti itu, seperti dugaan Rasis dan diskriminasi sosial yang bisa mengancam rasa kesatuan dan Persatuan Bangsa, kemudian mau di SP3 dengan alasan sudah berdamai dengan Pelapor, merupakan proses hukum yang tidak taat azas.

“Karena kasus Rasis dan dikriminasi Ras dan etnis itu, adalah delik pidana umum. Selain itu, Pelapornya yang mencabut laporan, juga tidak bisa mewakili seluruh rakyat Indonesia yang terluka lho..?,” tegas Boyamin.

Untuk itu, sebagai pendidikan hukum bagi masyarakat, MAKI dan LP3H akan mengajukan gugatan Praperadilan ke Pengadilan Tanjungpinang.

Sebelumnya, Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang mewacanakan, penghentiaan proses hukum penyidikan dugaan tindak pidana rasis dan diskriminasi ras dan etnis tersangka Bobby Jayanto.

Kasat Reskrim polres Tanjungpinang AKP.Efendi Alie mengatakan, wacana penghentian penyidikan tindak pidana Rasis dan diskriminasi tersangka Bobby Jayanto itu dilakukan atas pertemuan tersangka Bobby Jayanto, Wakapolda Kepri dan anggota Polda lainya dengan 4 Ormas pelapora masing-masing Gagak Hitam Tanjungpinang dan Bintan, LSM Cindai serta ormas lainya, Kapolres dan penyidik Polres Tanjungpinang dan Bupati Bintan di Tanjungpinang, Jumat (23/8/2019) malam.

“Dari pertemuan itu, sudah menghendaki dan setuju tidak berproses lanjut di Polisi, demi amanya Tanjungpinang dan Provinsi Kepri dan biar tidak gaduh-gaduhlah,”sebut Efendi Alie,Pada PRESMED.ID, Sabtu,(24/8/2019).

Pada pertemuan itu, kata Efendi Alie, ke Empat pelapor yang hadir, pada intinya juga menyetujui penghentian dari proses kasus.(Presmed2)

Comments
Loading...