Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kakek Tua Kurir Sabu Antar Provinsi Suyanto Divonis 9 Tahun Penjara

Suyanto alias Yanto, terdakwa kurir dan pemilik narkoba jenis sabu sebanyak 485,34 gram divonis 9 tahun penjara dan denda Rp.1 miliar subsider 4 bulan kurungan penjara oleh hakim PN Tanjungpinang, Kamis (29/8/2019).

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Suyanto alias Yanto, terdakwa kurir dan pemilik narkoba jenis sabu sebanyak 485,34 gram divonis 9 tahun penjara dan denda Rp.1 miliar subsider 4 bulan kurungan penjara oleh hakim PN Tanjungpinang.

Putusan ini di bacakan Ketua Majelis Hakim, Santonius Tambunan serta didampingi oleh Majelis Hakim anggota Awani Stiyowati dan Guntur Kurniawan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (29/8/2019).

Dalam putusanya, Santonius Tambunan mengatakan terdakwa terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanamansebagaimana melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Atas perbuatanya, yang terbukti secara sah san meyakinkan, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan penjara,”ujar Santonius.

Mendengar putusan itu, terdakwa yang didampingi Penasehat Hukumnya, A Nur menyatakan pikir-pikir. Putusan ini, lebih ringan 3 tahun dari tuntutan Jaksa, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman 12 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 2 bulan penjara, Atas putusan itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Nugraha Setiawan SH juga menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan JPU, berawal dari Ijal (DPO) menghubungi terdakwa untuk datang dari Lombok ke Batam, semua biaya transportasi akan di kirim oleh Ijal melalui kantor pos. Setelah uangnya sampai kemudian terdakwa dari Lombok Menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat, Senin, (29/4/2019) sekitar pukul 12.15 WIB.

Setibanya di Jakarta terdakwa langsung menuju Jambi dengan menggunakan Bus, selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Batam menggunakan kapal laut.

Di Batam terdakwa bertemu dengan Izal di hotel Intan Jaya kamar 001. Selah bercerita, Izal pergi meninggalkan terdakwa saat mandi. Dan tak lama kemudia Izal menelpon dan menyuruh tersakwa pulamg ke Lombok dengan membawa tas yang dititipkan melalui Pelabuhan Roro Kijang, dan setelah tiba nantinya di Surabaya, dijanjikan akan bertemu dan dijanjikan akan diberi uang Rp.5 juta.

Atas perintah tersebut selanjutnya terdakwa dari Batam berangkat menggunakan Kapal Roro ke Tanjunguban menuju Kijang. Dan setelah di Kijang menginap di wisma Nusantara.

Namun saat terdakwa beristirahat didalam kamar, anggota Satnarkoba Polres Bintan melakukan penggerebekan dan menemukan terdakwa, bersama satu paket sabu yang dibungkus plastik bening dan di balik oleh lakban warna hitam dengan berat 485,34 gram, sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis (2/5/2019).(Presmed6)

Comments
Loading...