Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Korupsi Gratifikasi, Selain ke Menantu Walikota, Hari Murti Juga Beri Rp.62 Juta Oknum ASN Pemko Batam

Sidang Korupsi Gratifikasi Kabag hukum Pemko Batam Terdakwa Hari Murti di PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Aliran dana haram gratifikasi kabag hukum Pemko Batam semakin terkuak. Selain ke menantu wali kota Batam bernama Adit, gratifikasi Kabag hukum Pemko Batam terdakwa Hari Murti ternyata juga diterima ASN Pemko Batam bernama Hasan rekan kerjanya.

Hal itu dikatakan saksi Dini istri terdakwa yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi/gratifikasi Rp.620 juta dana dari Dirut PT SCEF, di PN Tanjungpinang Senin (19/10/2020).

Kepada majelis hakim, Dini mengatakan Rp.62 juta dana gratifikasi yang diterima suaminya yang ditetapkan terdakwa itu, juga diberikan ke Hasan rekan kerjanya di Pemko Batam.

“Dari jumlah uang yang diterima ada juga yang ditransper Rp 62 juta ke rekening Hasan dan hal itu dapat dibuktikan melalui rekening koran yang dicetak,”ujar Dini di PN Tanjungpinang.

Dini juga menceritakan, dari uang tersebut juga dibelikan mobil Offroad Daihatsu senilai Rp 85 juta dari Adit (Menantu Walikota Batam).

“Mobil itu juga sudah dijual, sudah lama 2017 akhir tahun lalu dengan Adit juga,”ucapnya.

Menurutnya uang gratifikasi sebanyak Rp 620 juta itu, juga diserahkan dan dikembalikan ke Kejaksaan Negeri Batam. Uang itu berasal dari menggadaikan rumah di Batam.

Sebagai ASN, Dini juga mengatakan, suaminya yang menjabat sebaga Kabag Hukum Pemko Batam itu juga memiliki perusahaan PT.HJS yang bergerak di bidang pembuatan batu bata. Namun debagai pimpinan dan pemegang saham perusahaan adalah dirinya yang merupakan istri terdakwa.

“Perusahannya masih ada tapi sudah tidak aktif lagi,”ucapnya.

Dini juga mengakui, pada 2017 lalu, terdakwa juga memberi tahu dirinya, akan ada yang akan mentransfer uang secara bertahap dengan total Rp 600 juta melalui rekening CIMB cabang Batam untuk membangun pasar di Bandung.

“Uang itu dari Suprapto alias Asiang (Dirut PT SCEF). Saya tahu karena sebelumnya ada pertemuan di salah satu Mall di Batam, jadi saya tahu karena saya pemilik saham juga,”paparnya.

Dini menjelaskan, dari Rp.600 juta gratifikasi yang diterima suaminya, tidak ada yang diambil secara kes, tetapi selalu melalui transfer ke rekeing perusahaan dan diambil menggunakan ATM.

Sebelumnya, terdakwa gratifikasi Hari Murti juga mengalir ke memantu Wali kota Batam bernama Adit. Hal itu dikatakan Suprapto sebagai Dirut dan Sugiharto selaku Komisaris PT.SCEF dalam kesaksianya pada sidang lanjutan korupsi gratifikasi Rp.685 juta terdakwa Hari Murti di PN Tanjungpinang, Senin (12/10/2020).

Sidang Terdakwa Hari Murti akan kembali digelar pada minggu mendatang dengan agenda mendengarkan saksi lainya.

Sekedar mengingatkan, Kabag hukum Pemko Batam terdakwa Hari Murti dijerat dengan Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atas korupsi grattifikasi.

Penulis:Roland 

Comments
Loading...