Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Diduga Terkait Gratifikasi Jabatan Hariyun, Jaksa Periksa Dirut BUMD Tanjungpinang

Dirut BUMD Kota Tanjungpinang saat menghadiri panggilan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kejaksaan Negeri Tanjungpinang memanggil dan meminta keterangan Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (Dirut BUMD) Kota Tanjungpinang Fahmi, atas dugaan gratifikasi pemberiaan jabatan kepada Hariyun Sagita.

Pemanggilan Fahmi dilakukan kejaksaan negeri Tanjungpinang, pada Selasa (20/20/2020).

Kepala Kejari Tanjungpinang Ahelya Abustam, membenarkan pemanggilan Dirut BUMD Tanjungpinang itu atas dugaan Gratifikasi itu, Namun Ahelya masih enggan berkomentar banyak atas penyelidikan dugaan korupsi/gratifikasi Dirut BUMD kota Tanjungpinang itu.

“Masih pengumpulan data dan keterangan, kita pelajari dulu,”kata Ahelya ditanya wartawan.

Ahelya juga menyebutkan, selain Dirut BUMD Tanjungpinang, pihaknya juga memanggil saksi lain, untuk dimintai keterangan. Namun mengenai nama, Ahelya mengaku lupa, siapa nama satu orang lagi saksi yang diperiksa tersebut.

“Kita pelajari data-datanya yang diberikan ke kita. Jika nanti memenuhi unsur kita akan naikan ke penyelidikan. Saya lupa nama satu lagi yang dipanggilsiapa,”singkatnya.

Pantauan di Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, dengan menggunakan Kemeja gari lengan panjang, serta Topi dan Masker, Direktur BUMD kota Tanjungpinang Fahmi terlihat masuk ke ruangan penyidik Kejaksaan negeri Tanjungpinang.

Sebelum masuk ruang penyidik, Fahmi memilih diam dan melambaikan tangan pada wartawan media, yang menanyakan tujuan kedatanganya ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang itu.

Sebelumnya, direktur BUMD Tanjungpinang Fami memberi Jabatan dan Gaji kepada Hariyun Sagita, pelapor dugaan gelar palsu Direktur BUMD kota Tanjungpinang yang telah mencabut laporan di Polres Tanjungpinang.

Infromasi yang beredar, Pelapor Hariyun mencabut laporan dugaan tindak pidana pemalsuan gelar akademis itu, karena diberi jabatan sebagai Kepala Devisi (Kadiv) Operasional BUMD PT.Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) dengan pembayaran gaji dumuka.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra juga membenarkan pencabutan Laporan dugaan gelar palsu Dirut BUMD tersebut. Pencabutan dikatakan, dilakukan Pelapor Hariyu Sagita pada tanggal 29 September 2020 lalu.

Namun saat ditanya, apakah proses penyidikan kasus dugaan penggunaan gelar palsu itu akan di Hentikan atau SP3, Rio enggan menjawab.

Hariyun Sagita juga membenarkan telah mencabut laporan polisi dugaan pemalsuan gelar Dirut BUMD kota Tanjungpinang itu dengan alasan mau berdamai.

Hariyun juga tidak membantah, jika dirinya, juga telah bekerja dan menerima SK pengangkatan sebagai Kepala devisi (Kadiv) Operasional di BUMD PT.TMB sejak 1 Oktober 2020 lalu.

“Tapi tak pernah saya masuk, cuma sekali, itu pun tidak ada 1 jam, kedua kali ingin lihat kawan-kawan yang kerja di sana,”katanya.

Ketika ditanya apakah karena diberi jabatan dan bekerja di BUMD hingga dirinya mencabut Laporan dugaan tindak pidana pemalsuan gelar itu, Hariu membantah, dan mengatakan, bukan karena jabatan itu tetapi karena murni ingin berdamai.

Penulis:Roland

Comments
Loading...