Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Hore…! Gubernur Tetap Usulkan Penetapan Hadi Candra dan Ilyas Sabli Jadi Anggota DPRD Kepri ke Mendagri

Ilyas Sabli dan Hadi Candra diusulkan untuk ditetapakan jadi anggota DPRD Kepri ke Mendari kendati yang bersangkutan berstatus tersangka dugaan korupsi Dana Tunjangan Perumahaan DPRD Natuna 2011-2015 (Ist)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Pemerintah Provinsi Kepri tetap mengusulkan dua celeg terpilih tersangka dugaan korupsi dana tunjangan Perumahan DPRD Natuna 2011-2015, Ilyas Sabli dan Hadi Candra ke Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) untuk ditetapkan sebagai anggota DPRD Kepri Periode 2019-2024.

Sekda Kepri TS.Arif Fadillah, mengatakan, Pengusulan ke dua caleg tersangka Korupsi itu, dilakukan bersama dengan 43 nama calon terpilih anggota DPRD Kepri Pemilu 2019 lainya beberapa waktu lalu.

“Tidak ada usulan penundaan penetapan caleg dari KPU ke Provinsi, hingga kami tetap usulkan ke Mendagri,” kata TS.Arif Fadillah pada wartawan Kamis (29/8/2019).

Kendati demikian, lanjut Arif, jika dalam waktu dekat pihak penyelenggara Pemilu (KPU,red) mengusulkan penundaan itu kepada Pemprov Kepri. Maka pihaknya akan segera meminta petunjuk kepada Kementerian dalam negeri bagaimana memperoses kondisi tersebut.

“Kalau nanti ada, tentu kita minta petunjuk dari Kemendagri, apakah boleh dilantik atau ditunda sampai ada kepastian hukumnya,”ujar Sekda.

Ia menambahkan, hingga kini belum ada perubahan mengenai jadwal pelantikan anggota DPRD Provinsi Kepri periode 2019-2024 yang akan dilaksanakan pada 9 September mendatang.

Sementara,untuk teknis kegiatan akan diatur oleh Sekretariat DPRD Provinsi Kepri. Arif mengutarakan, jika tidak ada halangan pelantikan wakil rakyat terpilih adalah bersamaan dengan berakhirnya masa Jabatan anggota DPRD Kepri perioder 2014-2019.

Namun demikian, untuk memastikan hal itu, pihaknya juga akan menyampaikan ke Plt.Gubernur, sehingga pelatikkan yang dilakukan tetap sesuai dengana aturan main yang sudah ditetapkan.

“Kita akan memperhatikan regulasi-regulasi yang ada tentunya. Sehingga keputusan yang kita buat tidak menimbulkan persoalan hukum kedepannya,”tegas Arif.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri mengaku, telah mengajukan penundaan pelantikan 2 calon tetap anggota DPRD Kepri hasil Pemilu 2019 karena berstatus sebagai tersangka Korupsi. Dua nama calon tetap DPRD Kepri Periode 2019-2014 itu adalah Ilyas Sabli dari Partai Nasdem dan Hadi Candra dari Parti Golkar Daerah pemilihan (Dapil) 7 Provinsi Kepri, Natuna dan Anambas.

Anggota KPU Provinsi Kepri Arison mengatakan, Pengajuaan Penundaan penetapan dan pelantikan Calon tetap Anggota DPRD hasil Pemilu 2019 itu dilakukan berdasarkan Peraturan KPU-RI Nomor 5 tahun 2019 Tentang Penetapan pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan penetapan Calon terpilih dalam pemilihan Umum.

“Dalam pasal 33 ayat 3 dikatakan,”Dalam hal terdapat Calon Terpilih anggota DPRD Provinsi yang ditetapakan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi, KPU Provinsi menyampaikan usulan Penundaan pelantikan yang bersangkutan disertai dokumen pendukung kepada Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri melalaui gubernur sampai dengan terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” demikian bunyi pasalnya,”ujar Arison pada PRESMEDIA.ID,Kamis (22/8/2019). (Presmed5)

Comments
Loading...