Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Penipuan Rekrutmen Satpol-PP Kepri, Polisi Akan Panggil Kakanstapol-PP Jika Disebut Ikut Terlibat

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali .

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Satreskrim Polres Tanjungpinang mulai memanggil dan memeriksa, sejumlah pihak dalam kasus dugaan penipuan rekrutmen anggota Satpol-PP di Provinsi Kepri. Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Efendi Alie mengatakan, selain memeriksa saksi korban, pihaknya juga akan memanggil para pihak yang diduga mengetahui dugaan penipuan tersebut, demikian juga terlapor inisial Lm.

“Selain saksi korban, kami sudah memanggil sejumlah pihak termasuk si Leman untuk diperiksa sebagai terlapor,”ujarnya pada PRESMEDIA.ID belum lama ini di Tanjungpinang.

Selain memeriksa dan meminta keterangan korban, penyidik Kepolisian, lanjut Alie juga telah meminta sejumlah barang bukti dari pihak korban, seperti kwitansi penerimaan uang sebesar Rp.13 juta, dan barang bukti lainya.

Ditanya mengenai pemanggilan Kakan Satpol-PP provinsi Kepri, Efendi mengatakan, akan memanggilnya jika dalam fakta pemeriksaan saksi korban dan saksi lainya menyebut, keterlibatan yang bersangkutan.

“Kita lihat perkembangan penyidikannya nanti. Jika yang bersangkutan disebut ada keterlibatan, Kami akan lakukan pemanggilan untuk diperiksa,”ujar Efendi Ali.

Selain itu, polisi juga menghimbau, kepada warga yang merasa ikut ditipu dalam rekrutmen anggota Satpol PP di provinsi Kepri ini, agar melaporkanya ke Polisi.

“Kami juga menunggu, kalau ada korban lain dalam dugaan penipuam rekrutmen anggota Satpol-PP ini, agar segera melapor ke Polres,”ujarnya.

Sebelumnya, dua warga yang mengaku menjadi korban penipuan rekrutmen masuk Satpol-PP di provinsi Kepri melapor ke Polres Tanjungpinang, Jumat (23/8/2019).

Aris salah seorang korban yang melapor ke Polisi mengatakan, menjadi korban dugaan penipuan dalam rekrutmen anggota Satpol-PP provinsi Kepri, atas pemberian dana dan sempat dipekerjakan namun tidak pernah digaji.

Awalnya, Aris dan rekanya Herman dijanjikan bekerja di Dinas Satpol PP Kepri apa bila menyerahkan sejumlah uang kepada terduga penipu Lm, yang selanjutnya akan diserahkan kepada oknum pejabat Satpol-PP Kepri.

Diduga Leman bersekongkol dengan oknum pejabat Satpol-PP di Provinsi Kepri, untuk menipu para korban.

Kepada wartawan Aris mengaku, awlnya dirinya mau jadi Satpol-PP karena disuruh orang hingga, mau tidak mau ngikut kata orang tuanya.

“Orang tua saya sudah menyerahkan uang pada tanggal 17 April 2017 sebesar Rp 13.500.000, supaya bisa berkerja di sana. Ada kwintasi juga sebagai bukti,”ujar Aris.

Atas pemberian dana itu, Aris mengaku sempat dipekerjakan san diberi bajudi Satpol PP Tanjungpinang. Saat itu Aris mengaku sempat ditempatkan berjaga di bundaran jalan Dompak Tanjungpinang, beberapa bulan.

“Setelah masuk, si Leman kembali meminta sejumlah uang dari orang tua dan saya. Juga menggunakan kwintasi dengan jumlah Rp.1 juta dan ketiga Rp.2 juta. Kemudian tidak menggunakan kwintasi ada lagi sejumlah uang yang diminta, sehingga total jumlah seluruhnya mencapi Rp.25 juta,”jelasnya.

Aris menyebutkan uang yang secara bertahap diberi itu, diberikan karena Leman menjadikan supaya korban di pindahkan tugas ke dinas lain di Pemerintah Provinsi Kepri. Sehingga korban bersama orang tuanya memberikan sejumlah uang.

“Saya diiming-imingi dipindahkan ke dinas lain, namun selama 3 tahun tidak pernah menerima gaji dan kepastian,”katanya.

Korban lain, Herman juga mengatakan hal yang sama. Dan Herman mengaku sudah sudah dipekerjakan selama 1 tahun sebagai honor di Satpol PP dan setiap bulan tidak mendapatkan gaji.

“Leman ini katanya tangan kanan pejabat di Satpol-PP Kepri,”ujar Herman.(Presmed)

Comments
Loading...