Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

12 Tersangka Korupsi Tambang Bauksit Tahap II, Kejati Kepri Siapkan 10 Jaksa Penuntut

Sebanyak 10 dari 12 Tersangka Korupsi IUP-OP tambang Bouksit digiring Penyidik Kejaksaan keobol tahanan untuk dibawa ke Rutan Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Penyidik Kejaksaan Tiggi Kepri, melimpahkan Barang-Bukti dan 12 Tersangka Korupsi Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) Tambang Bauksit Kepri ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Kepri dan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

Pelimpahan Tahap II, 12 Tersangka dan barang-bukti Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit Kepri itu, dilakukan jaksa Penyidik ke Jaksa Penuntut di Rumah Tahanan kelas IA Tanjungpinang Jumat (23/10/2020).

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Sudarwidadi melalu Kepala Seksi penerangan Hukum Kejati Kepri, Jendra SH mengatakan, Pelimpahan Tahap II, 12 Tersangka dan barang bukti korupsi IUP-OP tambang Bauksit itu dilakukan jaksa penyidik setelah Berkas perkara dan penyidikannya dinyatakan selesai.

Proses Tahap II lanjut Jendra, dilakukan Jaksa Penyidik Kejaksaan Tiggi Kepri kepada gabungan Tim Jaksa Penuntut Umum Kejati Kepri dan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

“Penyerahan Tahap II-nya dilakukan secara administasi aja,”ujar Jumat (23/10/2020).

Siapkan 10 JPU Untuk 10 Berkas Perkara

Ditempat terpisah, Kepala Seksi Penuntutan (Kasitut) Asiten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepri, Dodi Gazali Emil mengatakan, Tahap II, 12 tersangka dan barang bukti korupsi IUP-OP Tambang itu dilakukan di Rutan Tanjungpinang. Karena selain dalam kondisi pandemi Covid-19, ke 12 tersangka juga dilakukan penahanan.

Pelimpahan Tahap II, 12 Tersangka, lanjut Dodi ditandadi dengan penyerhan 10 Berkas perkara ke 12 Tersangka bersama dengan sejumlah barang Bukti.

Selanjutnya, guna melakukan Penuntutan, Kejaksaan Tinggi Kepri dan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, juga telah menyiapkan 10 Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menuntut 12 Terdakwa Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit Kepri itu di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

“Untuk pelimpahan bekas ke Pengadilan, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segera kami limpahkan guna segera disidangkan,”ujarnya.

Ini 12 Nama Tersangka Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit Kepri  

Adapun 10 nama tersangka yang dilimpahakan Jaksa Penyidik ke JPU itu adalah, tersangka Dr Amjon M.PD (50) mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau 2018-2019, tersangka Drs.Azman Taufik (60) mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau.

Selanjutnya, tersangka Wahyu Budi Wiyono (46) Direktur CV Buana Sinar Khatulistiwa, Tersangka Harry E Malonda (66) Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Cabang Bintan, Tersangka Sugen (51) Wakil Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat, Tersangka Eddy Rasmadi (47) Direktur CV Gemilang Mandiri Sukse, Tersangka M.Achma (43) Direktur PT Cahaya Tauhid Alam Lestari, Tersangka Jalil (51) Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Glubi.

Kemudian ada juga tersangka Junedi (46) Persero Komenditer CV Dwi Karya Mandiri, Tersangka M.Adrian Alami (41) Kepala Cabang Persero PT.Tan Maju Bersama Sukses di Tanjungpinang, Arif Rate dan Bobby Stya Kifana, juga merupakan Perseroan dan Perseroang Komanditer.

Rugikan Negara Rp.32 M Ini Modus Korupsi 12 Tersangka Tambang Bauksit    

Sebelumnya, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri), Wagiyo mengatakan, ke 12 Tersangka Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit Kepri itu, disangka melakukan Korupsi dengan niat buruk, memalsukan pengurusan Izin tambang bauksit, yang seolah ingin membangun sesuatu ditempat yang ada sumber daya mineralnya (Bauksit).

Lebih lanjut, kata Wagiyo, modus yang disebutkan itu hanya satu perumpamaan saja, yang diusulkan misalnya 10 meter, tetapi diberikan jauh diatas yang di berikan tetapi memang faktanya tidak ada.

“Iya untuk mengeruk, kita harus memahami peraturan yang di buat pemerintah daerah itu dalam rangka memelihara atau menjaga tanah Tanjungpinang, tapi ada aturan pembangunan tapi ini tidak ada pembangunannya dan semata-mata untuk mengeruk bauksit saja disana,” paparnya.

Atas perebutanya mengeruk dan menjual material tambang Bauksit, ke 12 Tersangka disangka mengakibatkan kerugian Negara Rp.32,5 Milliar lebih, atas hilangnya potensi pajak dan PAD daerah dari pengerukan Bauksit yang dilakukan.

Ke 12 Tersangak dijerat dengan pasal 2 jo pasal 18 jo pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak Pidana Koripsi, jo pasal 55 KUHP.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...