Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Keroyok Permasalahan Air, Isdianto Ajak Pemko dan Pemkab Shering Anggaran

Plt.gubernur Kepri Isdianto memimpin rapat membahas ketersediaan air bersih dan air baku di kabupaten Bintan dan kota Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto mengajak kabupaten Bintan dan kota Tanjungpinang untuk ikut berperan, mengeroyok penyelesiaan permasalahan air di pulau Bintan. Penyelesaian sarana dan prasaran ketersediaan sumber air baku untuk kebutuhan masyarakat, dikatakan Isdianto, harus menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan sharing anggaran.

“Ini merupakan PR kita bersama dan harus kita kerjakan bersama. Kita harus mengeroyoknya, agar masalah air ini tidak terjadi seperti ini setiap tahun. Masalahnya itu-itu aja. Kita bisa sharing anggaran sesuai kemampuan daerah masing-masing dan jika ternyata anggaran kita masih tak mampu, baru kita mengadu ke pusat,”kata Isdianto saat memimpin rapat membahas ketersediaan air bersih dan air baku di kabupaten Bintan dan kota Tanjungpinang, Jumat (30/8/2019).

Rapat yang saat itu dihadiri Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, wakil Walikota Tanjungpinang Hj.Rahma, Plt.Dirut PDAM Tirta Kepri Syamsul Bahrun, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Naharuddin serta Ketua BWS 4 Kepri Ismail dan beberapa kepala OPD terkait dari Pemerintah Provinsi dan Pemko Tanjungpinang.

Rapat masalah air, yang digelar Isdianto ini, merupakan tindak lanjut dari peninjuaan kondisi waduk PADM di Sei Pulai kota Tanjungpinang yang debit airnya mengalami penyusutan akibat kemarau, hingga mengakibatkan pelayanan supali air bersih pada masyarakat tidak maksimal.

Dari pertemuan yang dilakukan, beberapa solusi yang dihasilkan dalam mengatasi sumber air baku di Pulau Bintan diantaranya adalah, Untuk jangka pendek, pemerintah menyepakati dilakukanya pendistribusian air bersih menggunakan sejumlah tangki kepada masyarakat, sedangkan solusi jangka menengah, dengan ketersediaan air baku yang ada PDAM akan memanfaatkan waduk Kawal.

Sementara solusi jangka panjang pemerintah Propvinsi dan kabupaten/kota dan Pemerintah Pusat melalui BWS 4 Kepri, akan mengalokasikan shering anggaran untuk pembangunan waduk Busung.

“Selambat-lambatnya, 2020 nanti harus sudah ada langkah maju dalam mengatasi persoalan air di Bintan dan tahun 2021 sudah tidak ada lagi persoalan,”ujar Isdianto.

Plt. Dirut PDAM Tirta Kepri Syamsul Bahrum mengatakan, saat ini PDAM sedang fokus terhadap solusi jangka menengah, yakni akan segera memanfaatkan waduk Kawal. Kondisi waduk Kawal, saat ini airnya sudah ada dan sudah siap untuk didistribusikan. Hanya saja perpipaannya belum terpasang sehingga belum bisa melayani. Baik pipa promer, pipa skunder maupun pipa tersier.

“Untuk bisa memompa air dari waduk kawal dan mendiatribusikannya. Kita butuh dana sekitar Rp.30 Miliar hingga Rp.40 miliar. Dan kapasitas waduk di Kawal lebih besar di banding yang ada di Gesek. Di Gesek cuma 150 liter/detik sementara di Kawal 400 liter /detik,”terang Syamsul.

Sementra itu Ketua Balai Wilayah Sungai IV Kepri Ismail mengatakan bahwa waduk Kawal airnya memang sudah bisa digunakan saat ini, hanya menunggu pipanisasinya saja. Dia jelaskan juga, ada sedikitnya 117 titik aliran air di Bintan yang bisa digunaka untuk melayani masyarakat.

“Untuk jangka menengah, saya rasa waduk kawal sudah siap untuk digunakan saat ini. Hanya tinghal sarana pendukungnya saja saya rasa agar segera dipasang,”katanya.(Presmed2)

 

Comments
Loading...