Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Isdianto Persilahkan Polisi Usut Oknum Satpol-PP Yang Terlibat Kasus Dugaan Penipuan

Plt Gubernur Kepri, Isdianto

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau Isdianto mempersilahkan Kepolisian mengusut, oknum Satpol-PP di provinsi Kepri yang diduga terlibat dalam dugaan penipuan rekrutmen anggota Satpol-PP.

Jika terlibat, lanjut Isdianto, oknum yang bersangkutan harus mempertanggung jawabkan perbuatanya secara hukum.

“Saya juga sudah meminta pada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepri Subandi agar bertanggungjawab jika terlibat dalam kasus penipuan yang dilaporkan ke Polisi itu,”ujarnya.

Bahkan dalam rapat OPD, sebut Isdianto, dirinya juga sudah menekankan, jika keterlibatannya itu benar, maka harus dipertanggung jawabkanya.

“Kalau tidak benar segera diklarifikasi,”ujarnya, Jumat (30/8/2019).

Pemerintah provinsi, kata Isdianto, tidak akan mentolerir jika ada keterlibatan ASN Pemprov Kepri dalam kasus tersebut, Dan mempersilahkan aparat hukum memproses yang bersangkutan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita tidak akan mentolerir siapa saja ASN yang terlibat dalam kasus ini. Tapi, saya beranggapan dia tidak berhubungan dengan kasus itu,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Riau Subandi menyangkal keterlibatan dirinya dalam kasus penipuan rekrutmen anggota Satpol PP yang sudah dilaporkan ke Polisi.

Dirinya bahkan menantang jika terbukti bahwa ada keterlibatannya dalam kasus tersebut, maka ia siap menerima sanksi hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Silahkan lihat saja. Kalau memang terbukti, ya saya siap bertanggung jawab,” katanya, Selasa (27/8/2019).

Subandi mengakui, dirinya tidak tahu mengenai adanya anggota baru Satpol yang masuk dalam institusinya. Ditambah lagi, masuknya anggota Satpol tersebut dikoordinir oleh oknum yang meminta sejumlah uang.

“Kalau memang mereka (terlapor) mengaku sudah bekerja di Satpol PP. Bisa tunjukkan SK-nya? Karena, saya tidak pernah tanda tangan SK dan SPT-nya,” ungkapnya.

Kendati demikian, dia mengaku, kenal dekat dengan Leman, terduga penipu yang meminta sejumlah uang kepada para pelapor.

“Leman saya kenal dekat,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pada 23 Agustus lalu sejumlah warga melaporkan kasus penipuan terhadap oknum Pegawai Satpol-PP provinsi Kepri ke Mapolres Tanjungpinang.

Salah seorang korban, Aris mengatakan, awalnya mereka dijanjikan berkerja di Dinas Satpol PP Kepri apa bila menyerahkan sejumlah uang kepada terduga penipu Leman, yang selanjutnya akan diserahkan kepada oknum pejabat Satpol-PP Kepri, Diduga Leman bersekongkol dengan oknum pejabat Satpol-PP di Provinsi Kepri.

“Orang tua saya sudah menyerahkan uang pada tanggal 17 April 2017 sebesar Rp 13.500.000, supaya bisa berkerja di sana. Ada kwintasi juga sebagai bukti,”ujar Aris.

Setelah memberikan dana tersebut, dirinya bahkan sempat bekerja dan diberikan seragam Satpol PP Provinsi Kepri. Saat itu, dirinya ditugaskan berjaga di bundaran jalan Dompak Tanjungpinang, beberapa bulan.

Kemudian, seiring waktu, si Leman kembali meminta sejumlah uang sebanyak Rp 1 juta, lalu Rp.2 juta.

“Sehingga total jumlah seluruhnya mencapi Rp 25 juta,”jelasnya.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan korban lainnya, Herman. Ia bahkan mengaku sudah dipekerjakan selama 1 tahun sebagai honor di Satpol PP dan setiap bulan tidak mendapatkan gaji.

“Leman ini katanya tangan kanan pejabat di Satpol-PP Kepri,”ujar Herman.

Comments
Loading...