Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Kasus Pungli Bantuan TPQ, Polres Bintan Periksa Pimpinan TPQ dan Pegawai Kemenag

Ilustrasi Pungli (Photo:internet)

PRESMEDIA.ID,Bintan- Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber-Pungli) Satreskrim Polres Bintan terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus pungutan liar (Pungli) bantuan bencana COVID-19 Biaya Operasional Pesantren (BOP) dan TPQ dari Kementerian Agama (Kemenag) di Bintan.

Selain menetapakan dua oknum mahasiswa Bintan dan Tanjungpinang inisial Pa (23) dan De (23) sebagai tersangka, Penyidiak juga memanggil dan memeriksa puluhan pengurus dan Pimpinan Tempat Pengajian Qur,an (TPQ) di Bintan serta Pegawai kantor Kementeriaan Agama (Kemenag) sebagai saksi.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin, mengatakan setelah menetapkan 2 tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pungli dana BOP-TPQ itu, Saat ini pihaknya melakukan pemeriksaan sejumlah Pimpinan TPQ di Bintan sebagai saksi.

“Demikian juga nantinya pada Pegawai Kemenag, untuk mengetahui bentuk dan mekanisme pemberiaan serta pengucuran bantuan BOP yang dipungli ke 2 tersangka ini,”ujarnya Rabu (28/10/2020).

Saat ini lanjutnya, 8 orang Pimpinan TPQ sudah diperiksa sebagai saksi sementara puluhan lainya sedang dilakukan pemanggilan.

Tersangka Pungli Bantuan COVID-19 Luput dari Ancaman UU Tipikor

Agus Hasanudin juga mengatakan, 2 tersangka Pungli bantuan bencana non alam COVID-19 dari Kemenag ke TPQ itu, tidak dikenakan ancaman pasal Undang-Undang Tipikor karena bukan merupakan ASN, atau orang yang diberi tugas atau yang menerima gaji dari APBN dan APBD dalam penyaluran bantuan bencana COVID-19 untuk BOP dan TPQ di Bintan itu.

“Ke 2 tersangka kami jerat dengan Pidana Umum,  pasal 368 KUHAP tentang pemerasan, Jo 55 Ayat 1 ke 1 KUHP atau 378 KUHAP tentang Penipuan jo 55 Ayat 1 ke 1, karena ke dua tersangka bukan merupakan Subjeck hukum dari Pidana Korupsi,”sebutnya.

Namun demikian lanjut Agus, pihaknya juga masih terus menelusuri atas dasar apa dan suruhan siapa ke dua tersangka itu melakukan pengurusan dan pemungutan 30 dana BOP untuk TPQ di Bintan itu.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Bintan, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua oknum mahasiswa Bintan dan Tanjungpinang Pa (23) dan De (23) yang melakukan Pungutan Liar (Pungli) dana Bantuan COVID BOP Kemenag di Kecamatan Sri Kuala Lobam, Minggu (25/10/2020).

Ke dua pelaku, diringkus saat melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap Bantuan Operasional Pesantren (BOP) Pendidikan Keagamaan Islam di masa pandemi covid-19 dari sejumlah pimpinan TPQ di Bintan.

Dari Rp.10 juta bantuan yang diperoleh setiap TPQ, ke dua tersangka memanfaatkan memotong Rp.3 juta dengan alasan untuk biaya operasional.

Awalnya, Tim Saber Pungli Bintan, mendapatkan laporan dari informan bahwa ada 21 TPQ di Kabupaten Bintan menerima BOP dari Kemenag RI. Dana itu dicairkan melalui Rekening BNI yang masing-masing TPQ mendapatkan Rp 10 juta.

Lalu Minggu (25/10/2020), kedua pemuda yang mengaku sebagai mahasiswa pengurus BOP dari Kemenag RI itu menghubungi para kepala TPQ yang ada di Kecamatan Seri Kuala Lobam untuk berkumpul di TPQ Siratul Jannah Tanjung Permai, Jalan Garuda V Blok A Nomor 130, Kelurahan Tanjung Permai.

Tujuan pengumpulan kepala TPQ itu adalah untuk Laporan Pertanggungjawaban (LPj) terhadap penggunaan anggaran yang sudah dicairkan oleh setiap Kepala TPQ di Kecamatan Seri Kuala Lobam sekaligus mengumpulkan potongan dana 30 persen dari besaran BOP yang diterima sebesar Rp 10 juta. Modus potongan itu untuk biaya operasional pencarian kepengurusan kepeada Kementerian RI.

Pada kesempatn itu ada 8 Kepala TPQ yang sudah menyetor kepada kedua terangka masing-masing Rp 3 juta hngga total uang yang terkumpul Rp 24 juta.

Setelah menerima uang tunai Rp 24 juta dalam 8 amplop itu, kedua pemuda langsung menyusunnya dan memasukan uang tersebut ke dalam tas hitam.

Saat itu juga, anggota nSaber Pungli dari Rsekrim Polres Bintan datang dan mengamankan keduanya di TPQ Siratul Jannah Tanjung Permai tersebut.

Untuk mempertangung jawabkan perbutanya, saat ini kedua oknum mahasiswa itu, dijebloskan ke Penjara untuk proses hukum lebih lanjut.

Penulis:Redaksi 

Comments
Loading...