Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Korupsi Jilid II BLUD-RSUD Lingga, Dilimpahkan Polres, Dua Tersangka Tidak Ditahan

DPRD Lingga
Penyidik Polres Lingga saat melakukan Tahap II, Penyerahan Tersangka Aj dan Barang Bukti dalam Korupsi dana BLUD-RSUD Dabo Singkeop Lingga ke Kejaksaan Negeri.

PRESMEDIA.ID,Lingga- Penyidik Polres Lingga kembali melimpahkan Tersangka dan Barang bukri (Tahap II) korupsi Jilid II pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Darah (RSUD) Dabo Singkep Lingga  ke Kejaksaan Negeri.

Pelimpahan tersangka dan barang bukti korupsi BLUD-RSUD Lingga ini, dilakukan Satuan Reskrim Polres Lingga pada Senin (26/10/2020) kemarin.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Lingga Josua Parlaungan Tobing, membenarkan pelimpahan tersangka dan Barang Bukti dua tersangka Korupsi BLUD-RSUD Dabo Singkep itu.

“Sebelumnya Penyidik sudah melimpahkan berkas perkara Tersangka dan Barang bukti dr.Aws selaku Direktur dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Selanjutnya pada Senin (26/10/2020) kemarin, kembali dilaukan pelimpahan tersangka Aj (34) yang merupakan Bendaharanya,”ujar Josua Kamis (29/10/2020).

Ke dua tersangka lajutnya, saat ini juga tidak dilakukan penahanan, karena saat penyidikan di Kepolisian juga tidak ditahan.

Dengan penyerahan tersangka dan barang bukti itu. Pihak Kejaksaan lanjutnya, akan segera melimpahkan berkas perkara ke dua tersangka tersebut ke Pengadilan guna dilakukan penuntutan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segera kami limpahkan ke PN Tanjungpinang,”ujar Josua.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga juga telah melimpahkan dan menyidangkan berkas perkara dugaan korupsi Jilid I BLUD-RSUD Lingga, atas dana pemeliharaan dan perawatan RSUD Dabo Singkep Lingga Jilid I ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Dalam kasus korupsi jilid I BLUD-RSUD Dabo Singkep Lingga dengan kerugaian Rp.555 juta, tersangka dr.Asri Wijaya dan Satria Ngawan didakwa dengan pasal 3 Jo Pasal 18 Undang- Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Namun dalam persidangan, Hakim Tipikor PN Tanjungpinang juga tidak melakukan penahanan kepada kedua terdakwa.

Penulis:Aulia/Redaksi 

Comments
Loading...