Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

AJI Tanjungpinang Diskusi Bedah Visi-Misi Cagub Kepri

AJI Tanjungpinang Diskusi Bedah Visi-Misi Cagub Kepri.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Tanjungpinang menggelar diskusi membedah visi-misi Cagub/Cawagub Kepri terhadap Partisipasi Pemilih Bersama akademisi secara virtual dari Hotel Laguna, Tanjungpinang, Kepri, Jumat (30/10/2020).

Diskusi ini menghadirkan pemateri akademisi dari Universitas Pakuan Bogor Andi Muhammad Asrun, Akademisi STAIN Tanjungpinang Abdul Rahman, Komisioner Bawaslu Kepri Indrawan Susilo Prabowoadi, Komisioner KPU Kepri Widiyono Agung serta anggota AJI kota Tanjungpinang.

Ketua AJI Tanjungpinang Jailani mengatakan, kegiatan dilakukan untuk melihat sejauh mana visi-misi dari ketiga pasangan Cagub/Cawagub Kepri sebagai senjata dalam merebut dan mendongkrak partisipasi pemilih untuk menyalurkan hak pilihnya di Pilkada serentak 2020 mendatang.

“Tujuanya adalah sejauh mana Visi dan Misi sejumlah program yang ditawarakan para calon Kandidat, meningkatkan partisipasi pemilih Pada Pilkada disaat Pandemi COVID-19 saat ini,”ujarnya.

Karena, lanjutnya, sepanjang pemilihan Cagub/Cawagub Kepri, tingkat partisipasi pemilih masih di bawah 70 persen bahakan tidak sampai 50 Persen pada Pilpres dan Pileg 2019 kemarin.

Menurut Jailani, ada tiga faktor pendorong meningkatnya partisipasi pemilih, yaitu keberhasilan penyelenggara KPU-Bawaslu dalam melakukan sosialisasi Pilkada di tengah-tengah masyarakat, dan keberhasilan Paslon meyakinkan pemilih, serta faktor eksternal lainnya yang mendorong pemilih memilih paslon yang bertarung.

“Kami diberikan kesempatan sebagai fasilitator diskusi ini tentu mengharapkan masyarakat akan dapat lebih mengetahui visi-misi ketiga Paslon, yang diharapkan, akan berimplikasi terhadap peningkatan partisipasi pemilih di Kepri pada Pilkada mendatang,”kata Jailani.

Sementara itu, Akademisi Universitas Pakuan Bogor Andi Muhammad Asrun, mengapresiasi diskusi yang digelar AJI tersebut dan mengharapkan kegiatan seperti yang dilaksaakan, dapat secara rutin dilaksanakan menjelang pemilihan tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Dia menyarankan, ke depan, diskusi tersebut dapat melibatkan ketiga Paslon atau minimal diwakili oleh tim sukses masing-masing Paslon dalam menjabarkan program dari visi dan misi jagoan Paslonya.

“Kegiatan semacam ini nampak memang kecil, tapi dampaknya sangat besar. Dan Paslon harusnya bisa manfaatkan kegitan ini, untuk menyampaikan visi-misinya kepada masyarakat, biar mereka lebih paham dan bertambah yakin untuk memilih dan datang ke TPS,”tutur Asrun.

Sementara itu, Akademisi STAIN Abdul Rahman menilai visi-misi tiga Cagub/Cawagub Kepri hingga saat ini tidak secara spesifik bahkan belum sepenuhnya diketahui masyarakat. Akibatnya, kecenderungan Masyarakat dan Pemilih di Kepri, hanya melihat sosok dan figur tanpa dibarengi dengan kemampuan dan kapabiltas dari masing-masing Calon.

Aleh karena itu, lanjutnya, perlu penekanan program prioritas dalam setiap visi-misi yang ditawarkan masing-masing paslon. Misalnya terkait program penanganan kesehatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

“Kita belum tahun kapan pandemi ini akan berakhir. Maka itu sangat penting bagi paslon terpilih nantinya untuk menangani dampak pandemi ini, paling tidak pemulihan ekonomi Kepri yang tengah merosot,” imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kepri, Indrawan Susilo dalam kesempatan ini meminta masing-masing paslon memanfaatkan sisa waktu 36 hari kampanye untuk menajamkan visi-misi lalu menyebarkan secara massif kepada masyarakat.

Kendati begitu, Indrawan tetap mewanti-wanti para paslon tidak melakukan kampanye secara langsung, mengingat situasi pandemi COVID-19 tengah melonjak di daerah tersebut.

Sebaiknya paslon, kata dia, memanfaatkan media daring sebagai sarana kampanye. Seperti yang dilakukan Paslon Kepala Daerah di sejumlah daerah pelaksana Pilkada serentak.

“Memang sampai sejauh ini, belum ada Paslon kampanye daring, padahal lebih efektif dan efisien. Mungkin kontur masyarakat Kepri ini lebih cenderung pada pendekatan emosional dan kekerabatan, sehingga kalau kampanye harus bertemu langsung,”tuturnya.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...