Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Diperiksa Jaksa Kasus Gratifikasi BUMD, Hariyun Bawa Nama Almarhum Wako Tanjugpinang

Hariyun Sagita, saksi pelapor dugaan gelar palsu Dirut BUMD Tanjungpinang, yang akhirnya diberi jabatan Kepala Devisi (Kadiv) Operasional PT.TMB BUMD Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, terus mendalami dugaan penyalahgunaan jabatan dan gratifikasi di PT.Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kota Tanjungpinang.

Setelah memeriksa Direktur Utama (Dirut) dan Direktur BUMD. Kali ini giliran Hariyun Sagita, saksi pelapor dugaan gelar palsu Dirut BUMD Tanjungpinang, yang akhirnya diberi jabatan Kepala Devisi (Kadiv) Operasional PT.TMB sekaligus penerima panembayaran gaji dimuka sebesar Rp.7.250.000,- yang dipanggil dan diperiksa.

Selain Hariyun, penyidik Kejaksaan Tanjungpinang juga memanggil dan memeriksa Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemerintah Kota Tanjungpinang, Nofirman Syahputra sebagai saksi, Senin (2/11/2020).

Pantauan di Kejari Tanjungpinang, Hariyun dan Nofriman tiba di kejaksaan sekitar pukul 09.00 WiB, dan langsung masuk ke dalam ruangan penyidik. Selama kurang lebih 4 jam diperiksa, Hariyun baru keluar dari ruang penyidik sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepada wartawan Hariyun mengaku, dirinya hanya diundangan untuk diwawancari penyidik kejaksaan terkait gratifikasi di PT.TMB-BUMD Tanjungpinang. Ia mengaku lebih kurang tiga setengah jam dimintai keterangan oleh Penyidik.

“Saya mulai diperiksa pukul 10.00 WIB, jadi lebih kurang tiga setengah jamlah, karena pukul 12.00 WIB saya istirahat dan dilanjutkan kembali sampai pukul 16.00 WIB,”ujarya.

Ia menyampaikan, jumlah pertanyaan yang diajukan jaksa kepadanya tidak dihitung, Namun dari seluruh pertanyaan itu, sudah dijawabnya.

“Intinya hanya ingin meluruskan seperti apa tuduhan gratifikasi itu,”ujar Kadiv Operasional PT.TMB ini pada wartawan usai diperiksa jaksa.

Hariyun juga menepis, jika jabatan Kadiv Operasional PT.TMB yang diberikan Dirut BUMD Tanjungpinang itu kepadanya, berkaitan dengan laporan dugaan gelar palsu yang dilaporkanya, yang kemudian dicabutnya di Polres Tanjungpinang dengan dalih berdamai.

“Jabatan itu diberi bukan karena damai. Tapi Direktur Utama BUMD itu, menunaikan amanah almarhum Walikota Tanjungpinang untuk menggangkat saya (Kadiv Operasional PT.TMB-red),”ujarnya.

Namun Dua minggu memegang SK Kepala Devisi Operasional PT.TMB, Hariyun mengaku, tidak pernah masuk kantor, dengan alasan, tidak ada meja dan kursi yang disediakan padanya sebagai Kadiv Operasional di PT.TMB.

“Saya juga tidak masuk kantor. Saya sudah survei ke kantor tidak ada ruangan meja dan kursi tidak ada staf juga,”ungkapnya.

Disingung mengenai pembayaran gajinya dimuka, melalui slip gajinya yang beredar. Hariyun membantah bahwa slip gaji itu amprah gajinya, Tetapi merupakan pinjaman sementara, untuk mendapatkan amprah gaji.

Menurutnya itu juga bukan uang perusahaan, tetapi dipinjaman ke perusahaan sementara. Ketika sudah mendapat amprah gaji, uang itu dikembalikan lagi.

“Tapi sebelum di acc, ada surat saya pinjaman dan sesuai waktu yang ditentukan yang itu dikembalikan,”jelasnya.

Hariyun juga menyatakan, atas dana yang diterima itu, saat ini negara tidak ada yang dirugikan dan dirinya juga tidak merasa dirugikan. Dan uang pinjaman sudah kembalikan, sebulan gaji Rp7.250.000.

Ditempat yang sama, Kabag Ekonomi Pemko Tanjungpinang, Nofirman Syahputra mengatakan, dipanggil Kejari Tanjungpinang untuk dimintai keterangan terkait dugaan gratifikasi di BUMD PT.TMB Tanjungpinang.

“Saya diminta menjawab 27 pertanyaan, saya diundang klarifikasi terkait gratifikasi,”singkatnya sambil berjalan meninggalkan Kejari Tanjungpinang.

Sampai berita ini diunggah, Kasi Intel Kejari Tanjungpinang, Bambang, yang dikonfirmasi mengenai pemeriksaan Hariyun dan Kabag Ekonomi Pemko Tanjungpinang ini, belum memberikan jawaban.

Penulis:Roland/redaksi 

Comments
Loading...