Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko
Bhayangkara 74

Oknum Polisi Polres Tanjungpinang Penipu Wajib Pajak Hanya Dihukum Ringan

Jadi terdakwa, Oknum Polisi Penipu Wajib Pajak disidang dengan menggunakan Baju dinas hanya diponis Ringan.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Oknum Polisi penipu pengurus pajak Kendaraan bermotor, terdakwa Fani Lesmana, dihukum ringan, hanya 6 bulan dan 15 hari penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Putusan ini di bacakan oleh, Ketua Majelis Hakim Bungaran Pakpahan didampingi hakim anggota Justiar Ronald dan Risbarita Manurung di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (3/11/2020).

Dalam putusanya, oknum anggota Polres Tanjungpinang yang berprofesi ganda sebagai calo pajak kendaraan bermotor di Samsat Tanjungpinang ini, dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan sebagai mana dakwaan kedua pasal 378 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

“Menjatuhkan kepada terdakwa, hukuman selama 6 bulan dan 15 hari penjara,”kata Bungaran.

Dalam pertimbangangan Majelis Hakim, terdakwa antara korban telah berdamai dan terdakwa telah mengembalikan uang para korban.

Atas putusan itu, Terdakwa menyatakan menerima, sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zaldi Akri menyatakan pikir-pikir karena sebelumnya menuntut terdawka dengan tuntutan 10 bulan penjara.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa yang merupakan anggota di Sabhara Polres Tanjungpinang menipu korban Vivi Yanti yang ditemu idi kantor Samsat Tanjungpinang pada Kamis (9/4/2050)

Saat itu, terdakwa bertanya kepada korban, ada keperluan apa datang ke Samsat. Selanjutnya, korban menjawab ingin membayar pajak kendaraanya. Kemudian terdakwa dengan baju polisi menawarkan bahwa dirinya biasa membantu membayarkan melalui online.

Mendengar hal itu, korban menyerahkan 1 lembar STNK dengan merk Mobil Toyota Rush. Setelah terdakwa melihat STNK tersebut lalu terdakwa mengatakan pajak mobilnya sebesar Rp.2,5 juta. Tetapi korban saat itu belum membawa uang dan meminta terdakwa menunggu, untuk menjemput uangnya dirumah.

Selanjutnya pada sore hari, uang tersebut kemudian diberi korban kepada terdakwa dan terdakwa berjanji Senin depan akan di kabari.

Selain Vivi, korban lain, Rusli Hardian juga menjadi korban penipuan yang dilakukan terdakwa. Rusli mengaku, pada tanggal 6 April 2020 ingin membayar pajak kendaraan roda empatnya ke kantor samsat. Singkat cerita terdakwa kembali menawarkan diri untuk membantu korban untuk membayarakan pajak tersebut secara online, sehingg korban memberikan uang Rp2.080.000.

Korban lainya, dengan modus yang sama, Terdakwa juga menipu wajib pajak Pariman pada 16 April 2020. Korban Pariman bertemu terdakwa didepan kantor Samsat, hingga akhirnya menawarkan bisa membantu. Korban memberikan STNK kenderaanya berupa 1 lembar STNK Mobil Suzuki Ertiga dan 1 lembar STNK Sepeda Motor Yamaha Mio dan uang Rp 3,7 juta. Begitu juga dengan korban selanjutnya, Fachrizan Rp 1,7 juta, Guptaja Kusumah 3,3 juta, Andi Rp 2,3 juta dan Kalentina Rp 810 ribu.

Namun sampai hari yang ditentukan dan dijanjikan terdakwa tidak kunjung membayar dan memberi kabar pembayaran Pajaknya. Karena merasa tertipu, akhirnya seluruh korban melaporkan oknum Polisi ke Polres Tanjungpinang.

Penulis;Roland 

Comments
Loading...