Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Preman PT.BAI Aniaya Warga, Masyarakat Galang Batang Datangi Mako Polres Bintan

Warga Galang batang saat berkumpul di Mapolres Bintan, mempertanyakan proses hukum pelaklu pemukukan warga Masiran yang dilakukan preman PT.BAI.

PRESMEDIA.ID,Bintan-Puluhan masyarakat Galang Batang-Bintan mendatangi Malolres Bintan Selasa (3/11/2020).

Sejumlah warga itu, mengaku untuk mempertanya tindak lanjut proses hukum pemukulan korban Robert dan Flora yang merupakan warga Masiran-Galang Batang, Desa Gunung Bintan, yang dilakukan preman PT.Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang disebut warga bernama Rendi.

Terduga Rd, kata warga melakukan pemukulan dan penganiayaan pada rekan mereka di kawasan PT.BAI dan telah dilaporkan ke Polisi, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut.

“Kami meminta kepada kepolisian agar pelaku pemukulan 2 rekan kami segera ditangkap. Pelakunya adalah pekerja PT BAI namanya Rendi”ujar warga lainya.

Warga mengatakan, pemukulan yang dilakukan Rd pada rekannya, berawal dari permasalahan lahan yang sudah ditempati warga puluhan tahun serta ditanami sejumlah tanaman. Namun oleh PT.BAI, ingin menguasai lahan tersebut tanpa ganti rugi.

Saat itu lanjut warga, pihak perusahaan ingin menggusur warga dan meratakan lahanya dengan alat berat, hingga dilakukan penghalangan.

Akibatnya, cek-cok dan pertengkaran murut-pun antara pelaku dan korban terjadi. Tak lama berselang, korban akhirnya diserang beberapa orang yang mengaku pekerja PT.BAI.

“Kekerasan seperti ini sering dilakukan Rendi yang mengaku sebagai suruhan PT.BAI. Bahkan sudah berkali-kali sehingga warga menjadi geram dan melaporkan pelaku ke Polisi,”ujar warga lainya.

Namun setelah dilaporkan, lanjut warga lagi, sampai saat ini pihak kepolisian belum menindak lanjuti. Hal itu terlihat, dari bebas dan masih berkeliaranya terduga pelaku.

“Kedatangan kami ke sini untuk meminta penjelasan tentang kasus ini. Kemudian kepastian mengenai penanganan apakah pelakunya ditangkap atau tidak,”ujar warga.

Menanggapi tuntutan massa, Kasatreskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin, mengatakan laporan yang diberikan oleh perwakilan bersama korban sudah diterima malam kemarin di Polres Bintan.

“Jadi mereka datang menanyakan perkembangan kasus itu. Padahal laporannya baru malam kemarin dibuat,”katanya.

Laporan lanjut Agus, baru diterima Ba’da Isya kemarin, yang diberikan oleh perwakilan. Dan setelah itu, korban juga sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

Saat ini kata Agus, hasil visum korban belum keluar. Tetapi pihak kepolisian tetap melanjutkan kasus ini dengan melakukan penyelidikan.

“Kalau visumnya belum keluar, bagai mana kami tahu kepastian penganiayaanya. Kami meminta agar warga bersabar dan kami akan tetap menindak lanjuti dengan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangannya,”ucapanya.

Penulis:Hasura

Comments
Loading...