Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Kejati Kepri Limpahkan Berkas Perkara 12 Tersangka Korupsi Tambang ke PN Tanjungpinang

Jaksa Penuntut Kejati Kepri, Melimpahkan 10 Berkas Perkara 12 Tersangka Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit ke PN Tipikor Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau melimpahkan 10 berkas perkara, 12 tersangka Korupsi Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) Tambang Bauksit ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (4/11/2020).

Kepala Seksi Penuntutan Pidana Khusus Kejari Kepri, Dodi Gazali Emil, mengatakan dari 12 tersangka korupsi IUP-OP tambang Bauksit, dikemas dalam 10 Berkas Perkara.

“Jadi dari 12 tersangka, ada 10 BAP. Satu BAP ada 2 tersangka yang kami Limpahkan ke PN Tipikor,”kata Dodi.

Dodi menyampaikan untuk jadwal sidangnya, nanti pihaknya akan mendapatkan informasi dari PN Tanjungpinang. Menurutnya berkas ini adalah bagian dari peran Kejati Kepri melindungi sumber daya alam Kepri.

Ia menyampaikan ke 12 Tersangka sampai saat ini belum ada yang mengembalikan kerugian negara atas korupsi ini. Kerugian negara diatas Rp 30 milliar.

“Belum ada, kita berharap ada pengembalian tapi sampai saat ini belum ada,”ujarnya.

Ditempat terpisah, Humas PN Tanjungpinang, Eduard Sihaloho membenarkan pelimpahan 10 berkas perkara korupsi IUP-OP tambang tersebut, dan saat ini sedang dilakukan registrasi di Kepaniteraan PN Tanjungpinang.

“Kita masih meregistrasi berkas, nanti kita sampaikan jadwal dan Majelis Hakim yang akan menyidangkan,” singkatnya.

Adapun 10 nama tersangka yang dilimpahkan Jaksa Penyidik ke JPU itu adalah, tersangka Dr Amjon M.PD (50) mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau 2018-2019, tersangka Drs.Azman Taufik (60) mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau.

Selanjutnya, tersangka Wahyu Budi Wiyono (46) Direktur CV Buana Sinar Khatulistiwa, Tersangka Harry E Malonda (66) Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Cabang Bintan, Tersangka Sugen (51) Wakil Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat, Tersangka Eddy Rasmadi (47) Direktur CV Gemilang Mandiri Sukse, Tersangka M.Achma (43) Direktur PT Cahaya Tauhid Alam Lestari, Tersangka Jalil (51) Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Glubi

Kemudian ada juga tersangka Junedi (46) Persero Komenditer CV Dwi Karya Mandiri, Tersangka M.Adrian Alami (41) Kepala Cabang Persero PT.Tan Maju Bersama Sukses di Tanjungpinang, Arif Rate dan Bobby Stya Kifana, juga merupakan Perseroan dan Perseroan Komanditer

Sebelumnya, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri), Wagiyo mengatakan, ke 12 Tersangka Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit Kepri itu, disangka melakukan Korupsi dengan niat buruk, memalsukan pengurusan Izin tambang bauksit, yang seolah ingin membangun sesuatu ditempat yang ada sumber daya mineralnya (Bauksit).

Lebih lanjut, kata Wagiyo, modus yang disebutkan itu hanya satu perumpamaan saja, yang diusulkan misalnya 10 meter, tetapi diberikan jauh diatas yang di berikan tetapi memang faktanya tidak ada.

“Iya untuk mengeruk, kita harus memahami peraturan yang di buat pemerintah daerah itu dalam rangka memelihara atau menjaga tanah Tanjungpinang, tapi ada aturan pembangunan tapi ini tidak ada pembangunannya dan semata-mata untuk mengeruk bauksit saja disana,” paparnya.

Atas perebutanya mengeruk dan menjual material tambang Bauksit, ke 12 Tersangka disangka mengakibatkan kerugian Negara Rp.32,5 Milliar lebih, atas hilangnya potensi pajak dan PAD daerah dari pengerukan Bauksit yang dilakukan.

Ke 12 Tersangak dijerat dengan pasal 2 jo pasal 18 jo pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak Pidana Koripsi, jo pasal 55 KUHP.

Penulis:Roland

Comments
Loading...