Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Calon Menantu Wali kota Batam Protes Mobilnya Dirampas, Hakim Perintahkan Gustian Riau Dihadirkan ke PN

Saksi Guntur Aditya calon menantu wali kota Batam, saat diperiksa sebagai saksi pada sidang lanjutan dugaan korupsi gratifikasi mantan Kabag Hukum Pemko Batam, terdakwa Hari Murti di PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Guntur Aditya Nugraha, Calon menantu Walikota Batam, protes dan mengaku tidak rela mobil Daihatsu Taft Rocky miliknya, dirampas dalam korupsi gratifikasi mantan kabag hukum Pemko Batam terdakwa Hari Murti.

Hal itu dikatakan Aditya saat diperiksa sebagai saksi, sidang lanjutan korupsi gratifkasi mantan kabag hukum Pemko Batam terdakwa Hari Murti di PN Tanjungpinang, Rabu (4/112020).

Sebagai mana diketahui, Mobil Daihatsu Taft Rocky yang sebelumnya milik terdakwa Hari Murti, dijadikan penyidik dan Jaksa sebagai barang bukti karena diduga dibeli dari hasil penerimaan gratifikasi Rp.685 juta. Sementara mobil tersebut, sudah kembali dijual terdakwa kepada saksi Rp.75 juta.

“Saya tidak rela dirampas mobilnya untuk negara, karena saya juga tidak tahu uang Rp.80 juta yang digunakan terdakwa membeli mobil itu uang hasil kejahatan gratifikasi”kata Aditya pada majelis Hakim.

Menurut saksi, awalnya mobil yang dijadikan barang bukti gratifiksasi terdakwa itu, merupakan mobilnya yang dijual ke terdakwa dan dibeli kembali setelah satu tahun kemudian.

“Awalnya pada tahun 2017 mobil itu saya jual seharga Rp80 juta. Karena perlu uang. Saya sebenarnya menawarkan ke teman-teman saya di komunitas mobil, tapi Dia (Terdakwa Hari Murti-red) membeli melalui stafnya, dan saya tau dia yang beli,”ujar Adiya.

Satu tahun kemudian setelah mobil dipakai, lanjut Adiya, tiba-tiba terdakwa kembali menawarkan kepada saksi, mau menjual mobil tersebut. Namun saat itu, Adiya mengaku sempat menolak, karena tidak ada uang dan tidak perlu juga.

“Tapi Dia (redakwa-red) mendesak dan minta tolong karena butuh uang, hingga karena merasa iba, saya beli kembali seharga Rp 75 juta. Itu juga saya bayar dengan cara mencicil,”ucapnya.

Dalam sidang ini Guntur Adiya juga mengaku, belum menjadi menantu wali kota Batam, karena hingga saat ini, dirinya belum jadi menikahi anak wali kota Batam tersebut.

“Sampai saat ini hanya sekedar tunangan saja dan tidak jadi menikah. Satu Pemko Batam juga mengetahui itu,”ucap Aditya.

Selain menghadirkan 6 saksi lainya, majelis Hakim Corpioner SH didamping dua hakim ed hock sebagai anggota, juga menghadirkan saksi lainya, seperi Camat Batam Kota Demi, Mantan Kabag Hukum Pemko Batam Herman, Kadis Lingkungan Hidup Kota Batam Bram, staf di Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Supriyanto.

Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Gustian Riau ke PN

Usai mendengar keterangan sejumlah saksi, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang juga memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batam, untuk menghadrikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Gustian Riau.

Gustian Riau yang merupakan mantan Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) kota Batam 2017 juga merupakan saksi dalam kasus dugaan korupsi gratifikasi Rp.685 juta terdakwa Hari Murti itu. Namun saat dipanggil Jaksa, pejabat di Pemko Batam ini, mangkir tanpa alawan yang jelas.

“Gustian Riau coba di hadirkan pada sidang berikutnya,”kata mejelias Hakim kepada Jaksa Penuntut Mega SH.

Atas perintah majelis hakim itu, Jaksa penuntut Mega SH mengatakan, akan memanggil kembali Gustian Riau pada sidang berikutnya.

“Kami upayakan yang Mulia akan menghadirkanya di sidang berikutnya,”ujar Mega.

Penulis:Roland 

Comments
Loading...