Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Rahma Bagi Masker Jadi Temuan Bawaslu, Agung: Aturan Mana yang Dilanggar?

Penasehat Hukum Pemko Tanjungpinang, HM.Agung Wira Darma SH.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tanjungpinang menetapkan, photo pembagian Masker, yang dilakukan wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma menjadi temuan dugaan pelanggaran Premilu.

Ketua Bawaslu Tanjungpinang Muhammad Zaini, mengatakan, penetapan temuan dugaan pelanggaran Pemilu itu disepakati melalui rapat pleno Bawaslu Tanjungpinang.

“Kami sudah rapat pleno, hasilnya kami tetapkan menjadi temuan,”katanya, Jumat (6/11/2020).

Karena diduga ada temuan lanjut Zaini, maka selanjutnya temuan tersebut akan dibahas ditingkat Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu, Polri dan Kejaksaan.

“Pembahasan di tingkat Gakumdu, untuk menentukan keterpenuhan syarat formil dan materil atas dugaan pelanggaran, serta pasal apa yang akan disangkakan,”ucapnya.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, Gakkumdu akan memanggil sejumlah saksi-saksi dan Wali Kota Tanjungpinang untuk dilakukan klarifikasi atas temuan ini.

Sebelumnya, photo wali kota Tanjungpinang Hj Rahma, viral dan menjadi sorotan di media sosisal, karena membagikan masker Pemerintah dari bantuan Temasek Foundation Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura bersama brosur gambar salah seorang Paslon.

Dalam pembagian Masker, Rahma yang saat itu mengunakan baju warna putih bersama seorang wanita berfose menunjukan tiga jari. Usai menyerahkan masker, Rahma juga menempel stiker pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri nomor urut 3 Ansar Ahmad-Marlin Agustina ke rumah warga.

Jika dilihat dari tanggal dan jam photo yang beredar, Rahma membagikan masker dan brosur serta menemper Stiker pasangan calon Ansar Ahmad-Marlin Agustina itu, pada Kamis 29 Oktober 2020, sekitar pukul 10:11 WIB, disalah satu rumah warga. Namun hingga saat ini, belum diketahui dimana rumah warga tersebut.

Agung Wiradarma: Aturan Mana yang Dilanggar?

Menanggapi pernyataan Bawaslu, Penasehat Hukum Pemko Tanjungpinang, HM.Agung Wira Darma SH, justeru mempertanyakan Bawaslu, yang menetapkan temuan dan menyatakan adanya pelanggaran Pemilu yang dilakukan wali kota Tanjungpinang atas pembagian Masker tersebut.

Agung menegaskan, segala sesuatunya harus berdasarkan hukum, apalagi beredar kabar bahwa diduga melanggar pasal 71 ayat 3 Undang-Undang, yang mana pada kasus itu memang benar bahwa gubernur, wali kota maupun wakilnya dilarang untuk menggunakan fasilitas negara untuk berkampanye.

“Terkait hal ini, jika ada yang dilarang tentu ada sanksi yang diberikan,”jelas Agung Jumat (6/22/2020).

Jika petahana atau kepala daerah yang mencalonkan diri maju pada Pemilihan Umum (Pemilu), jelas diatur didalam pasal 71 ayat 5, dengan sanksi jika melanggar dapat dihapuskan atau diskualifikasi.

“Hal ini berbeda, jika dilakukan non petahana. Undang-undang Pilkada tidak mengatur secara tegas sanksi apa yang bisa diberikan kepada non petahana,”ujarnya.

Jika dikatakan melanggar administrasi dan pidana, secara tegas Agung meminta, agar anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang menjelaskan aturan mana yang digunakan?.

“Karena Pengawas dan Penyelenggara Pemilu ini, juga ada yang mengawasi yaitu Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),”jelasnya.

Menurutnya, jika ada hal yang tidak sesuai, selaku kuasa hukum Pemko Tanjungpinang, pihaknya juga akan merespon dan akan melaporkan penyelenggara dan Pengawas Pemilu kepada dewan pengawas Pemilu.

Kegitan pembagian Masker yang dilakukan Rahma bukan merupakan sebuah permasalahan, karena dilakukan pada hari libur. Jika yang dipermasalahkan adalah fasilitas negar, maka harus dilihat kembali apa yang dilarang sesuai undang-undang.

“Apakah masker ini masuk ke dalam fasilitas negara. Karena sesuai PKPU, fasilitas negara itu ada tiga yaitu alat mobilisasi, gedung, sandi atau alat kelengkapan perkantoran, Jadi harus dikaji dulu, tidak bisa langsung dikatakan fasilitas negara,”paparnya.

Kemudian mengenai foto Rahma yang mengacungkan tiga jari, juga tidak bisa disalahkan, sebab, jika dilihat dari sudut pandang lain arti pengacungan tiga jari, bisa menjadi, mengharapkan kasus virus corona menjadi nol di Tanjungpinang.

“Itu dari perspektif lain artinya salam genre,”pungkasnya.

Ditempat terpisah, Wali kota Tanjungpinang, Hj Rahma yang dikonfirmasi atas beredarnya gambar dirinya, enggan memberikan tanggapan. Kepada PRESMEDIA.ID, Rahma mengatakan, kalau hal itu sudah tidak ada masalah.

“Udah selesai itu, udah habislah dah selesai,”ujar Rahma singkaat tanpa memberi penjelasan.

Penulis:Roland/Redaksi

Comments
Loading...