Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Dugaan Pidana Pemilu Rahma Bagi Masker Dan Brosur Ansar-Marlin Dilimpah ke Polisi

Tim Gakumdu Bawaslu dan Penyidik Polisi saat melakukan konferensi Pers Pelimpahan,Temuan Dugaan Pidana Pemilu ke Polisi

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) kota Tanjungpinang melimpahkan kasus dugaan pelanggaran Pemilu, Wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma yang membagikan Masker dan brosur pasangan Calon nomor urut 3 Ansar Ahmad-Marlin Agustin ke Penyidik Polisi.

Pelimpahan dugaan pelanggaran Pilkada itu, dilakukan Sentra Gakumdu kota Tanjungpinang ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang, Senin (9/11/2020).

Ketua Bawaslu Tanjungpinang Muhammad Zaini, mengatakan, sebelumnya Sentra Gakumdu Tanjungpinang telah melakukan pembahasan ke dua atas temuan dugaan pelanggaran pemilu tersebut, sesuai dengan peraturan bersama nomor 5 ,1 dan 14 tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati.

“Sesuai pasal 20 ayat 2 dan 5 pembahasan kedua dilakukan untuk menentukan laporan dan temuan, apakah merupakan dugaan pidana Pemilu atau bukan,”ujarnya.

Jika dalam suatu laporan atau temuan memenuhi unsur tindak pidana, sesuai dengan mekanismenya wajib dilanjutkan ke tahap penyidikan.

“Untuk temuan wakli kota bagi masker dan brosur Paslin ini, diduga melakukan pidana Pilkada sebagai mana Pasal 71 ayat 3 Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati,”kata Zaini.

Bunyi pasal tersebut lanjut Zaini, bahwa Gubernur, Wakil Gubernur Bupati dan Wakil Bupati, dan walikota dan Wakil Walikota dilarang menggunakan kewenangan program dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu paslon baik di daerah sendiri maupun didaerah lain. Dalam waktu 6 sebelum penetapan pasangan calon maupun setelah penetapan pasangan calon.

“Dengan pelimpahan ini, Gakumdu akan melanjutkan ketahapan penyidikan selama 14 hari melalui penyidik Kepolisian,”pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra mengatakan setelah pelimpahan dari sentra Gakumdu, pihaknya akan melkukan penyidikan, dengan memanggil seluruh saksi maupun terlapor untuk diperiksa dalam kasus tersebut.

Ia juga tidak menampik dalam waktu dekat akan memanggil Walikota Tanjungpinang hj>Rahma dalam perkara dugaan pidana pelanggaran pemilu tersebut.

“Untuk status baru sebagai saksi dan terlapor, karena kasus ini masih dugaan pidana Pilkada dan penyidikan baru dimulai,”ujarnya.

Namun saat ditanya jika terlapor tidak mengindahkan panggilan penyidik untuk pemeriksaan, Rio menegaskan, sesuai aturan KUHAP akan dilakukan panggilan kedua, dan apabila tidak hadir dalam alasan tidak patut dan tidak wajar, maka penyidik melakukan upaya panggilan perintah dan membawa.

Rio juga mengatakan, ancaman hukuman dari Pasal 71 ayat 3 Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 Tentang Pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati adalah hukuman 6 bulan dan denda Rp 600 juta.

Sebelumnya, dalam proses pembahasan di Bawaslu, Gakumdu juga telah memanggil wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma dan Sekretaris daerah kota Tanjungpinang, untuk dimintai klarifikasi atas temuan, Foto pembagian masker dan brosur serta pemasangan sitker paslon Ansar-Ahmad di rumah warga itu.

Namun wali kota dan Setdako Tanjungpinang, tidak hadir. Sementara sejumlah saksi lainya, dan barang bukti masker dan brosur yang dibagikan, juga sudah disita Sentra Gakumdu Bawaslu Tanjungpinang dari sejumlah saksi.

Sebelumnya, foto wali kota Tanjungpinang Hj Rahma, viral dan menjadi sorotan di media sosisal, karena membagikan masker Pemerintah dari bantuan Temasek Foundation Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura bersama brosur gambar salah seorang Paslon.

Dalam pembagian Masker, Rahma yang saat itu mengunakan baju warna putih bersama seorang wanita, berfose menunjukan tiga jari. Usai menyerahkan masker, Rahma juga menempel stiker pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri nomor urut 3 Ansar Ahmad-Marlin Agustina ke rumah warga.

Jika dilihat dari tanggal dan jam Foto yang beredar, Rahma membagikan masker dan brosur serta menemper Stiker pasangan calon Ansar Ahmad-Marlin Agustina itu pada Kamis 29 Oktober 2020, sekitar pukul 10:11 WIB, disalah satu rumah warga. Namun hingga saat ini belum diketahui dimana rumah warga tersebut.

Penulis:Roland/Redaksi

Comments
Loading...