Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Kanwil Dirjen Pajak Kepri Limpahkan Berkas Penggelapan Pajak PT.EC ke Kejati

Kejati Kepri menerima pelimpahan Tersangka Asan alias Tan Asan Direktur PT.Extel Communication dalam dugaan penggelapan pajak di wilayah Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kepulauan Riau.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kepri limpahkan tersangka dan barang bukti dugaan kasus penggelapan pajak dengan nilai kerugian negara Rp 2,597 miliar ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan, Rabu (12/11/202020).

Kepala seksi Penuntutan Kejati Kepri, Dodi Gazali Emil mengatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan Asan alias Tan Asan Direktur PT.Extel Communication tersangka dugaan penggelapan pajak di wilayah Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kepulauan Riau.

“Kerugian negara Rp 2,5 miliar dari tahun 2013 sampai 2015,”kata Dodi.

Dodi menyampaikan perkara ini dilakukan penyidiknya sudah cukup lama dan sempat tertunda kerana pandemi COVId-19. Tapi alhamdulilah saat ini bisa menyelesaikannya.

“Ini tindak pidana pajak pertama dari Kantor DJP Kanwil Kepri mudah-mudahan ini menjadi gugahan bagi mereka yang merupakan wajib pajak mematuhi ketentuan pajak tersebut,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan selain pelimpahan tersangka, pihaknya juga menerima barang Bukti, seperti dokumen SPT dan laporan keuangan dari kewajiban pajak tersangka.

Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen dan Penyidikan Kantor Wilayah DJP Kepulauan Riau, Affan Nuruliman, mengungkapkan modus tersangka tidak melaporkan SPT dengan sebenarnya. Jadi tersangka ini memiliki beberapa lokasi tempat usaha, tetapi yang dilaporkan hanya sebagian saja.

“Jadi dikantor pajak sekarang sudah tidak banyak lagi kewajiban memakai manual semua elektronik, jadi kalau ada wajib pajak yang mengakui jual 100 secara elektronik ketahuan,”ungkapnya.

Ditempat yang sama, Koordinator Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri, Sukamto, mengatakan tersangka dijerat dengan pasal 39 ayat 1 huruf c UU nomor 6 Tahun 1983 tentang ketentuan tata umum tata cara perpajakan setelah diubah UU nomor 16 2009 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Kita sudah berupaya memberikan petunjuk agar di telusuri sejumlah aset Tersangka dan nanti kita akan telusuri juga,”singkatnya.

Sementara itu, Kasipidsus Kejari Bintan mengatakan setelah di limpahkan ke Kejari Bintan, pihaknya akan segera melimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang untuk segera di sidangkan.

“Jaksa nanti akan membentuk kolaborasi dari Jaksa Kejati dan Kejari Bintan yang akan menyidangkan kasus ini,”pungkasnya.

Penulis:Roland

Comments
Loading...