Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

20 November Debat Cagub/Cawagub Kepri Live di TVRI, Bawaslu Ingatkan Prokes

Pasangan Calon Gubernur, Soerya-Iman Nomor Urut 1, Isdianto-Suryani nomor urut 2 dan Ansar-Marlin nomor urut 3.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Jadwal pelaksanaan debat publik calon gubernur dan wakil gubernur peserta Pilkada Kepri 2020 sudah final. Yakni, dilaksanakan satu putaran pada 20 November 2020 di Hotel Radisson, Kota Batam.

Komisioner KPU Kepri, Widiyono Agung, mengatakan setelah melalui diskusi secara internal dan melalui pertimbangan serta masukan dari berbagai pihak terkait, maka disepakati debat hanya satu kali saja di Batam, 20 November 2020 dari pukul 19.00-21.00 WIB.

Bahkan, pelaksanaannya nanti akan ditayangkan langsung melalui lembaga penyiaran TVRI.

“Alokasi anggarannya untuk publikasi debat publik tersebut sebesar Rp 600 juta sesuai dengan ketentuan soal pendapatan yang ditetapkan,” ungkapnya, Kamis (12/11/2020).

Menurutnya, biaya menayangkan debat publik tersebut secara langsung di Kota Batam sangat mahal. Karena, cukup beresiko untuk membawa alat-alat produksi tersebut.

Namun demikian, oleh karena dua hari sebelum pelaksanaan debat publik pihak TVRI juga memiliki kegiatan sosialisasi di Kota Batam. Maka, KPU memanfaatkan momentum tersebut agar bisa bekerjasama menayangkan agenda debat secara langsung melalui TVRI.

“Secara teknis sangat mahal dan beresiko memindah alat-alat produksi TV. Lantaran mereka ada kegiatan sosialisasi, makanya kita memanfaatkan peluang tersebut,” jelasnya.

Agung berharap, agenda debat publik ini bisa menjadi pemicu tingginya kesadaran tingkat memilih atau partisipasi pemilih kepada masyarakat.

Karena, KPU menargetkan tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Kepri periode ini sebesar 70 persen. Maka dari itu, pihaknya mengharapkan masing-masing Paslon untuk mempersiapkan diri, karena KPU Kepri sudah menyiapkan sembilan figur dari kalangan akademisi dan profesional sebagai panelis atau penguji.

“Tingginya partisipasi masyarakat bukan hanya dipengaruhi kerja keras kami, tetapi kemampuan paslon dalam memberikan pemahaman juga sangat menentukan masyarakat menentukan hak pilih pada 9 Desember 2020 nanti,” tutup Agung.

Sementara itu, Komsioner Bawaslu Kepri, Indrawan Susilo, mengingatkan KPU agar mempersiapkan agenda debat tersebut dengan maksimal sesuai dengan protokol kesehatan.

Dirinya berharap, kejadian pencabutan nomor urut yang menyebabkan terjadinya kerumunan massa tidak terulang kembali. Karena kejadian itu juga, KPU sudah mendapatkan saksi administrasi.

“Harus ada safety berlapis, karena jangan sampai KPU hanya fokus pada situasi dan kondisi didalam. Namun juga harus mengingatkan Paslon untuk menegakan prokes diluar arena debat. Karena kita khawatirkan massa masing-masing pendukung akan tetap datang. Sehingga lebih baik kita mengingatkan jauh-jauh hari, sehingga apa kita takutkan tidak terjadi,” ujar Indrawan.

Penulis : Ismail

Comments
Loading...