Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Lima Warga Tambelan Pembakar Kapal Cumi Didakwa Pasal Berlapis di PN Tanjungpinang

Sidang Pembakaran Kapal KM.Harapan Jaya, 5 Warga Tambelan didakwa Pasal berlapis di PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Lima warga Tabelan kabupaten Bintan, terduga pembakar, dan perusak serta orang yang melakukan kekerasan dimukan Umum terhadap kapal KM.Harapan Jaya I, didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Putra Kristiawan Waruwu di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (12/11/2020).

Kelima terdakwa itu adalah Fitriyadi alias Fit, Julianda alias Bujang, Syamsudin alias Atu, Ismail Alias Bujang Dara dan Muhammad Jasa Afrita.

Dalam dakwaanya, Jaksa menyatakan, ke 5 terdakwa disangka melakukan pembakaran dan kekerasan dimuka umum serta pengerusakan Kapal, sebagai mana dakwaan pertama melanggar pasal 187 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Kemudian dakwaan kedua melangar pasal 170 KUHP dan/atau dakwaan ke tiga melanggar pasal 406 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Pembakaran, Pengerusakan dan kekerasan dimuka umum yang dilakukan ke 5 terdakwa, kata Jaksa, berawal pada Rabu, (1/4/2-020) sekitar pukul 23.00 Wib, Tanuin alias Tarnuin (juga terdakwa yang dituntut dengan berkas terpisah-red) menggunakan perahu, mengamankan kapal KM.Harapan Jaya I yang dinakhodai Maman di tengah laut sekitar 8 mil dari pulau terluar Tambelan atau setidak-tidaknya disekitar perairan Tambelan.

Saat mengamankan kapal KM.Harapan Jaya itu, Tanuin mengaku sebagai perwakilan Syahbandar, dan kapal yang dikemudikan saksi Maman dan ABK lainnya, dituduh telah melakukan pelanggaran kearifan lokal Nelayan setempat karena memasuki 20 mill pantai pulau terluar Tambelan.

“Tanuin kemudian memerintahkan kapal KM.Harapan jaya yang merupakan kapal pukat Cumi itu menuju pelabuhan Tambelan untuk diproses,”ungkap Eka.

Ke esokan harinya, Tanuin kemudian berkeliling desa, mengajak terdakwa Fitriyadi dan Julianda serta beberapa warga lainya agar turun ke pelabuhan lokasi kapal Cumi tersebut bersandar.

“Tanuin menyampaika ke warga dan terdakwa, “Ayo cepat-cepat naik pompong lihat kapal cumi, bakar saja kapal Cumi itu,”kata Eka menirukan ungkapan terdakwa Tanuin.

Dengan ungkapan terdakwa Tanuin, ke 5 terdakwa akhirnya ke pelabuhan. Sesampainya disana, selanjutnya Taniun menyuruh kapten dan ABK KM.Harapan Jaya I untuk turun dan membawa barang-barang milik mereka meninggalkan kapal tersebut dengan menggunakan pompong.

Selanjutnya seluruh terdakwa, masuk kedalam kapal dan mengemudikan kapal itu dari pelabuhan dengan kencang, ke sebuah Karang ditengah laut dan menabrakanya.

Setelah kapal berhenti dan kandas, selanjutnya, terdakwa Julianda menyiramkan minyak solar dilantai bagian tengah sebelah kiri kapal.  Sedangkan terdakwa Syamsudin menyiramkan minyak solar di lantai bagian tengah sebelah kanan kapal.

“Kemudian setelah lantai kapal berlumuran minyak solar,selanjutnya terdakwa Fitriyadi menyulut api dengan cara membakar kardus dan meletakannya ke atas jaring pukat cumi yang sebelumnya sudah disiram minyak solar didalam kapal,”ujar Jaksa.

Seketika itu, Kapal terbakar mulai dari bagian tengah hingga seluruhnya. Sementra ke 5 terdakwa sebelumnya turun meninggalkan kapal dengan menggunakan perahu.

“Akibat perbutan terdakwa yang membakar kapal tersebut membuat pemilik kapal dan ABK mengalami kerugian Rp3 milliar,”ujar Jaksa.

Atas dakwaan Jaksa tersebut, ke 5 terdakwa melalui pengacaranya menyatakan tidak keberatan dengan dakwaan JPU.

Mendengar itu, Ketua Majelis Hakim, Syailendra didampingi Hakim anggota, Sachral Ritonga dan Risbarita Manurung,menunda persidangan selama satu pekan dan memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi atas perkara tersebut.

Penulis:Roland

Comments
Loading...