Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko
Bhayangkara 74

Didampingi 13 Pengacara, 12 Terdakwa Korupsi IUP-OP Tambang Disidang Secara Virtual

Sebanyak 12 Terdakwa Korupsi Tambang Bouksit saat mengikuti sidang secara Virtual di Rutan dan PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Sebanyak 12 terdakwa korupsi penyalahgunaan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) tambang Bauksit, disidang secara virtual di PN Tanjungpinang Jumat, (13/11/2020).

Didampingi 13 Kuasa Hukum dan 8 tim Jaksa penuntut Umum dari Kejati Kepri dan Kejaksaan Negeri,  Sidang yang dipimpin 5 hakim dalam satu majelis ini, dihadiri oleh Jaksa dan kuasa hukum ke 12 terdakwa di PN Tipikor Tanjungpinang, sementara 12 terdakwa mengikuti persidangan dari Rutan kelas I Tanjungpinang.

Dari pembacaan Identitas yang dilakukan Hakim, ke 12 terdakwa maisng-masing adalah Komisaris, Direktur di Perusahaan Komendite (CV) dan Perusahaan Terbatas (PT) serta ketua Badan Usaha Desa (Bundes) sebagai penerima dan pengguna IUP-OP Tambnag Bouksit.

Dakwaan pertama dibacakan Jaksa Penuntut Umum Dody Emil Ghazali dan Tim Jaksa lainya terhadap terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budiwiono selaku Perseroan Komenditer (Komisaris) dan Direktur CV.Buana Sinar Katulistiwa.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut umum menyatakan, terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budiwiono didakwa dengan pasal berlapis melanggar pasal 2 Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi ko pasal 55 KUHP dalam dakwaan Primer.

“Dalam dakwaan Subsider Terdakwa Bobby Satya Kifana bersama-sama dengan Budiwiono didakwa melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU pemberantasan tindak pidana Tipikor Jo pasal 55 KUHP,”sebut Jaksa.

Ke dua terdakwa, sebagai sebagai pengurus CV.Buana Sinar Katulistiwa dikatakan Jaksa melakukan pelanggaran ketentuan UU Pertambangan dan menyalahgunakan IUP-OP yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Kepri untuk melakukan pengangkutan dan Penjualan amterial temuan bouksit, Tetapi malah diginakan untuk menambang, dilokasi usaha pembangunan rumah (Devloper) dan pembuatan taman di Tembeling dan Pulau Dendang.

“Perbuatan terdakwa bertentaagan dengan UU pertambangan dan Keputusan Kementeriaan ESDM dalam perizinan Tambang yang mengakibatkan kerugian negara Rp7,7 Miliar atas penjuala material Bouksit yang dilakukan CV.Buana Sinar Katulistiwa ke PT.Gunung Bintan Abadi,”sebutnya.

Dalam dakwaanya, Jaksa Penuntut umum juga menguraikan awal pertama, 4 IUP-OP Tambang yang diperoleh ke dua terdakwa sebagai pengurus CV.Buana Sinar Katulistiwa, serta sejumlah IMB yang dikeluarkan Camat Telik Bintan sebagai kedok untuk melakukan penambangan.

Atas dakwaan JPU tersebut Bobby Satya Kifana dan Budiwiono melalui kuasa hukumnya Hendi Davetra mentatakan tidak keberatan dengan dakwaan tersebut karena menganggap teleh terpenuhinya syarat formil.

“Untk ayarat formil dan meteriil dakwan kami tidak keberatan dan tidak mengajukan Eksepsi,”ujar Hendi.

Atas tanggapan terdakwa dan kuasa hukumnya itu, majelis hakim Guntur Kurniawan dan Corpioner sebagai Ketua Majelis didampingi 3 Hakim Adhock tindak Pidana Korupsi masing-masing, Suherman, Weninda, dan Albiferi menyatakan akan melanjutkan sidang satu minggu mendatang, dengan genda memeriksa saksi dalam kasus tersebut.

Penulis:Roland/Redaksi

Comments
Loading...