Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko
Bhayangkara 74

Dua Terdakwa Korupsi IUP-OP Tambang Bouksit Ajukan Eksepsi, 10 Terdakwa Menyatakan Menerima

Sebanyak 12 Terdakwa Korupsi Tambang Bouksit saat mengikuti sidang secara Virtual di Rutan dan PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Keberatan didakwa Pasal berlapis, Dua dari 12 terdakwa korupsi Izin Usaha Pertambangan- Operasi Produksi (IUP-OP) tambang bauksit mengajukan esepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Jumaat (13/11/2020).

Kedua terdakwa yang mengajukan Esksepsi itu adalah terdakwa Junaidi (46) Persero Komenditer CV Dwi Karya Mandiri dan Eddy Rasmadi (47) Direktur CV Gemilang Mandiri Sukses.

Keduanya menyatakan keberataan dengan dakwaa Jaksa penuntut umum (JPU) yang mendakwa keduanya dengan pasal berlapis, Pasal 2 ko pasal 18 UU nomor 31 tahu 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2020 tentang pemberantasan tidak pidana Korupsi, jo pasal 55 KUHP dalam dalam dakwaan Peimer dan pasal 3 jo pasal 18 UU Tipikor dalam dakwaan Primer.

Dalam persidangan yang dibacakan secara virtual, Penasehat Hukum kedua terdakwa Sukriyono mengatakan, keberatan dengan dakwaan Jaksa penuntut Umum dan menyataka Esepsi.

Baca Juga

“Kami keberatan dan menyatakan Eksespri, Mengenai materi apa tentunya tidak dapat kami sampaikan sekarang, nanti kita sampaikan sama-sama minggu depan,”kata Sukriyono saat meninggalkan persidangan di PN Tanjungpinang.

Atas keberatan terdakwa dan kuasa hukumnya, Kepala Seksi Penuntut Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Dodi Gazali Emil mengatakan, keberatan dan eksepsi yang diajukan terdakwa dan kuasa hukumnya merupakan hak dari terdakwa.

Sedangan 10 Terdakwa lainya, masing-masing terdakwa Dr.Amjon (50) mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau 2018-2019, Tersangka Azman Taufik (60) mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau.

Kemudian terdakwa Wahyu Budi Wiyono (46) Direktur CV Buana Sinar Khatulistiwa, terdakwa Harry E Malonda (66) Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Cabang Bintan, Terdakwa Sugeng (51) Wakil Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat, terdakwa M.Achma (43) Direktur PT Cahaya Tauhid Alam Lestari dan terdakwa Jalil (51) Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Glubi menyatakan tidak keberatan dengan dakwaan JPU dan tidak mengajukan Eksepsi.

Demikian juga terdakwa M.Adrian Alami (41) Kepala Cabang Persero PT.Tan Maju Bersama Sukses, dan Terdakwa Arif Rate dan Bobby Staya Kifana, juga menyatakan tidak keberatan dan tidak melakukan eksepsi.

Ke 12 tersangka korupsi Tambang bouksit ini, disangka melakukan Korupsi dengan niat buruk menyalahgunaan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) tambang Bauksit, dilahan usaha yang dibukan yang awalnya seolah ingin membangun invstasi usaha yang memiliki stock file sumber daya mineralnya (Bauksit).

Namun setelah mendapatkan IUP-OP, sejumlah perusahaan tersebut malah melakukan penambangan material bouksit disejumlah tempat. Sementara operasional investasi usaha masing-masing terdakwa adalah “Bohong” dan hanya semata-mata untuk melakukan pertambangan yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp.32.4 Milliar.

Atas perbutanya, ke 12 Tersangka dijerat dengan pasal 2 jo pasal 18 jo pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak Pidana Koripsi, jo pasal 55 KUHP.

Sidang akan kembali dilaksaaka pada minggu mendatang dengan agenda mendengar keterangan 18 saksi yang akan dihadrikan Jaksa penuntut Umum.

Penulis:Roland/Redaksi

Comments
Loading...