Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Didakwa Pasal Pemerasan, Anggota LSM Gagak Hitam Bintan Protes Polisi dan JPU

Terdakwa Pemerasan Miswandi, saat disidang di PN Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Terdakwa Miswandi Alias Andi, anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gagak Hitam Bintan, memprotes Polisi dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas dakwaan pemerasan yang hanya ditujukan ke padanya.

Padahal, menurut terdakwa, pada saat itu dirinya juga mengaku berkerja sebagai anggota LSM Gagak Hitam. “Saya juga aneh yang mulia kenapa saya sendiri saja yang ditangkap,”ujar Miswandi usai mendengar dakwaan JPU di PN Tanjungpinang,Selasa (3/9/2019).

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Hakim Eduard Sihaloho mengatakan, kenapa terdakwa sendiri yang diamankan padahal terdakwa berkerja sebagai LSM, dan meminta terdakwa agar membuktikan, perbuatan yang dilakukan bukan merupakan pemerasan dan tidak dilakukanya sendiri.

“Tapi karena didalam pikiran kamu hanya uang, ya sudahlah nanti kamu buktikan di persidangan,”jelasnya.

Didalam dakwaanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dicky Saputra SH mengatakan terdakwa dijerat dengan pasal 368 ayat 1 KUHPidana dan pasal 378 KUHPidana.

Dalam uraian dakwaanya, JPU juga mengatakan, pemerasan yang dilakukan terdakwa berawal pada saat terdakwa dan teman-temanya di LSM Gagak Hitam Bintan, menerima kabar dari media sosial dan warga Kawal, atas penangkapan salah seorang pengungsi yang menginap di di Hotel Bhadra, di salah satu rumah warga sedang berduaan dengan istri orang.

Mendapat informasi itu lalu terdakwa bersama teman-temannya berdiskusi tentang kejadian yang meresahkan masyarakat tersebut. Dan saat kejadiaan itu, LSM.Gagak Hitam Bintan berencana melakukan aksi protes dengan demo Hotel Bhadra Bintan.

Untuk menyiarkan aksinya, Miswandi juga menyampaikan rencana protes dan demonya tersebut kepada Media, yang selanjutnya, sempat di rilis dan diberitakan media, dengan judul “Warga Ramai-ramai siap usir pengungsi di Badhra”.

“Kemudian berita itu dikirimkan melalui pesan whatsap ke Maneger hotel Bhadra. Sehingga korban meminta tolong kepada wartawan itu mencarikan solusi,”kata Dicky.

Keesokan harinya terdakwa Miswandi juga mengirimkan pesan whatsap kepada maneger hotel Bhadra senagai korban yang menyatakan, pada intinya terdakwa bersama masyarakat akan melakukan demo karena semua dari mereka minta untuk Bhadra tidak lagi menampung para pengungsi, sebelum surat aksi ke kepolres diajukan.

“Terdakwa sempat mengatakan Peryataan sikap dalam sejumlah point tuntutan, saya buat bersama masyarakat, atur waktu bisa kita jumpa, saya tidak suka kalau harus pesan bang Alex orang lain yang sampaikan ke saya”kata Jaksa menirukan ungkapan terdakwa.

Lebih lanjut Dicky mengungkap keesokan harinya melalui via telephon terdakwa memutuskan untuk meminta uang Rp.20 juta per orang pada 3 anggota dan pengurus LSM.Gagak Hitam Bintan.

Dan atas permintaan itu, Korban pada 18 Juni 2016 sekitar pukul 18.17 WIB mengajak terdakwa bertemu di rumah makan Mega Bintan Km 16.

Dalam pertemuan itu, korban memberikan uang kepada terdakwa sebesar Rp.5 juta dari jumlah Rp 60 juta yang telah yang diminta terdakwa.

Tak lama setelah duit diterima dan dimasukan kedalam kantong jaketnya, tiba-tiba sejumlah anggota Polisi tiba dan langsung mengamankan terdakwa, atas sangkaan melakukan pemerasan.

“Saat diamankan Polisi juga menemukan Rp.5 juta uang diberikan Alex didalam kantong plastik putih, dan atas tenuan itu, tersakwa diproses dalam dugaan Pemerasan.(Presmed)

Comments
Loading...