Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Rahma Dicecar Penyidik 40 Pertanyaan, Polres Kirim SPDP Pidana Pilkada ke Jaksa

Kuasa hukum Rahma, Hendi Davetra memberi keterangan usai pemeriksaan wali kota Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Walikota Tanjungpinang Hj.Rahma dicecar 40 pertanyaan oleh penyidik reskrim Polres Tanjungpinang, terkait temuan dugaan pidana Pilkada pembagian Masker dan brosur Pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur Ansar-Marlin.

Usai menjalani pemeriksaan, Rahma melalui kuasa hukumnya Hendi Davetra, mengatakan pemeriksaan terhadap wali kota Tanjungpiang itu baru selesai dilakukan.

“Ini kita sudah selesai menjalani pemeriksaan lebih kurang ada 40 pertanyaan,”kata Hendi Davitra saat di temui di Mapolres Tanjungpinang, Jumaat (13/11/2020) malam.

Menurutnya, terlambatnya kehadiran Rahma memenuhi panggilan penyidik Polisi disebabkan banyaknya kegitan yang dilakukan dari pagi hingga sore di Batam.

“Kebetulan dari pagi hingga sore ada kegiatan di Batam, dan sampai di Tanjungpinang setelah sore dan langsung memenuhi panggilan penyidik,”ujar Hendi.

Namun mengenai substansi pertanyaan yang diajukan penyidik, Hendi enggan membeberakan, dan meminta wartawan agar menanyakan langsung ke penyidik Polres.

Penyidik Polres Kirim SPDP Kejaksa

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Paridra, mengatakan peihaknya telah mengirimn Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas dugaan temuan Pidana Pilkada pembagian masker dan brosur Paslon Ansar Marlin yang dilakukan Wali kota Tanjungpinang tersebut.

Namun saat ditanya, siapa tersangka atau terlapor dalam SPDP yang dikrimkan ke Jaksa itu, Kasat Reskrim ini masih enggan membeberakan.

“Sampai hari ini sudah 13 saksi yang di periksa SPDP dugaan Pidana pemilu ini juga sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang,”ujarnya.

Setelah pemeriksaan Rahma sebagai saksi, lanjut Reza, pihaknya akan kembali memanggil dan memeriksa beberapa saksi lainnya karena masih ada beberapa saksi yang belum dapat hadir.

Selain itu, Penyidik Reskrim juga akan meminta keterangan ahli pidana dan ahli pemilihan umum.

Namun saat di tanya, apakah Walikota Tanjungpinang akan dipanggil kembali, Rio menyampaikan masih mendalami hasil pemeriksaan yang bersangkutan dan jika dianggap perlu maka akan di panggil kembali.

Rio menjelaskan penyidikan terhadap dugaan Pidana Pilkada itu, terus dilakukan dengan memeriksa dan mengumpulkan barang Bukti sebelum jangka waktu penyidikan 14 usai.

“Masker yang di bagikan ke warga ada 6 Masker. Dan barang bukti lainnya ada 7 kantong stiker salah satu pasien,”ujarnya.

Sebelumnya, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) kota Tanjungpinang yang terdiri dari Bawaslu, Penyidik Polisi dan Jaksa dari Kejari Tanjungpinang, meningkatakan temuan dugaan pelanggaran Pemilu, foto wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma yang membagian Masker dan brosur serta penempelan stiker pasangan Calon nomor urut 3 Ansar Ahmad-Marlin Agustin Rudi di sejumlah rumah warga Tanjungpinang.

Ketua Bawaslu Tanjungpinang Muhammad Zaini, mengatakan dari pembahasan yang dilakukan di Sentra Gakkumdu Kota Tanjungpinang, temuan peristiwa pidana dari tersebarnya photo wali kota membagikan Masker itu, ditindak lanjutdi ke penyelidikan dengan mencari, mengumpulkan bukti-bukti serta menemukan pasal yang disangkakan terhadap peristiwa yang di laporkan.

“Dari temuan ini disepakti akan ditindak lanjuti dalam proses kajian pelanggaran pemilihan oleh pengawas dan penyelidikan serta penyidik tindak pidana Pemilihan,”papar Zaini.

Penulis:Roland/Redaksi

Comments
Loading...