Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit, M.Yatir Disebut Terima Rp.100 Juta 

Sebanyak 12 Terdakwa Korupsi Tambang Bouksit saat mengikuti sidang secara Virtual di Rutan dan PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Oknum anggota DPRD Bintan Muhammad Yatir, disebut menerima dana Rp.100 juta dari terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budiono atas penambangan bouksit di Tembeling kecamatan teluk Bintan dan pulau Dendang kecamata Bintan Timur.

Hal itu terungkap dalam dakwaan Tim jaksa penuntut Umum Dody Emil Ghazali terhadap terdakwa Bobby Satya Kifana, dan Wahyu Budi Wiyono selaku perseroan Komendaiter (Komisaris) dan Direktur CV.Buana Sinar Khatulistiwa dalam kaorupsi IUP-OP tambang bouksit di PN Tanjungpinang Jumat (13/11/2020).

Dalam dakwaan JPU dikatakan, Penambangan bauksit dengan kedok investasi yang dilakukan CV.Buana Sinar Khataulistiwa diawali dari pertemuan terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budi Wiyono dengan oknum anggota DPRD Bintan M.Yatir.

Dalam pertemuan itu, oknum anggota DPRD Bintan itu dikatakan Jaksa mengarahkan terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budi Wiyono untuk melakukan penambangan Bauksit dilahan milik pemerintah pembanguan gedung sekolah dan pembanguan kantor Babinsa dengan setoran dana Rp.100 juta.

“Sebagai modal awal saat itu, Terdakwa Bobby Satya Kifana memberikan Rp.100 juta kepada M.Yatir dan selanjutnya M.Yatir mengarahkan terdakwa untuk menambang dan menjual material bauskit di Tembeling dengan rencana pembutan taman bermain dan membangun kantor,”ujarnya.

Selain di Tembeling, Jaksa juga mengatakan dua terdakwa melalui badan hukum CV.Buana Sinar Khataulistiwa, juga melakukan penambangan di Pulau Dendang, mengunakan 4 Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan 4 IUP-OP yang dikeluarkan DPMPTSP Provinsi Kepri.

“Dalam ketentuanya, perolehan IUP-OP tambang di Tembeling dan Pulau Dendang bertentangan dengan Keputusan ESDM dalam perizinan Tambang. Dan rekomendasi IUP-OP yang diberikan dilakukan dengan niat untuk menambang baoksit dan bukan untuk mengangkut material Baouksit temuan,”ujar Dody.

Atas perbutan tersebut, ke dua terdakwa dikatakan Jaksa, mengkibatkan kerugian negara sebesar Rp.7,7 Milliar berdasarkan audit BPK, dari penambangan dan penjulan material Bouksit yang dilakukan CV.Buana Khatulistiwa ke PT.Gunung Bintan Abadi (GBA) selaku pembeli dan pengeksport.

Kedua terdakwa, Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budi Wiyono, dijerat dengan pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 UU Tipikor nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Jo pasal 55 KUHP dalam dakwaan Primer.

“Dalam dakwaan Subsider kedua terdakwa juga dijerat dengan pasal 3 Jo pasal 18 UU Tipkor Jo pasal 55 KUHAP,”ujarnya.

Atas dakwaan JPU tersebut, Kuasa Hukum Terdakwa Bobby dan Wahyu Budi Wiyono menyatakan tidak keberatan, dan tidak mengajukan eksepsi.

Penulis:Redaksi 

Comments
Loading...