Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Disebut Terima Rp100 Juta Didakwaan Korupsi Tambang, M.Yatir Membantah

Sidang Korupsi IUP-OP Tambang Bouksit di PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Anggota DPRD Bintan M.Yatir membantah dan menyatakan tidak benar menerima dana Rp100 juta dari terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budi Wiyono atas dugaan korupsi IUP-OP tambang bauksit yang dilakukan.

Hal itu dikatakan M.Yatir menaggapi dakwaan Jaksa terhadap terdakwa Bobby dan Wahyu Budi Wiyono yang dibacakan Jaksa Penuntut  (JPU) Dody Emil Ghazali di PN Tanjungpinang Jumat (13/11/2020).

“Nggak benar itu Nggak ada saya terima uang, Saya tidak pemain tambang dan kalau benar, silakan saja dia (Bobby dan Budi-red) buktikan,”ujar M.Yatir pada PRESMEDIA.ID, Sabtu (14/11/2020).

Yatir juga mengatakan, pada saat terdakwa Bobby dan Budi selaku (Komisris dan dirut CV.Buana Sinar Khataulistiwa) melakukan penambangan dilahan pemerintah di Tembeling, justeru Yatir, dari DPRD Bintan yang melakukan sidak dan melakukan peninjauan di lokasi tambang yang dikeruk di Tembeling itu, karena, lahan yang ditambang saat itu merupakan lahan pemerintah. Demikian juga penambangan yang dilakukan kedua terdakwa di pulau Dendang Bintan Timur.

“Saya yang hantam dan permasalahkan, makanya dia nggak suka sama saya, kalau dia bisa buktikan saya terima uang silakan saja,”ujar M.Yatir lagi.

Fungsionaris Partai Demokrat Bintan ini juga mengaku, dalam kasus korupsi tabang bauksit itu, tidak pernah dipanggil dan dimintai keterangan oleh Jaksa, atas pengakuaan terdakwa Bobby dan Budi tersebut. Dan sampai saat ini, dirinya juga bukan sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa penuntut umum, Muhammad Yatir disebut menerima dana Rp.100 juta dari terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budiono atas penambangan bukit dan lahan sekolah di Tembeling kecamatan Teluk Bintan dan pulau Dendang kecamata Bintan Timur.

Hal itu dikatakan jaksa saat membacakan dakwaan terdakwa Bobby Satya Kifana, dan Wahyu Budi Wiyono selaku perseroan Komendaiter (Komisaris) dan Direktur CV.Buana Sinar Khatulistiwa dalam korupsi IUP-OP tambang Bouksit di PN Tanjungpinang.

Dalam dakwaan JPU dikatakan, Penambangan Bauksit dengan kedok investasi bodong yang dilakukan CV.Buana Sinar Khataulistiwa, diawali dari pertemuan terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budi Wiyono dengan oknum anggota DPRD Bintan M.Yatir.

Pada pertemuan itu, oknum anggota DPRD Bintan itu, dikatakan Jaksa mengarahkan terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budi Wiyono untuk melakukan tabang Bauksit dilahan milik pemerintah pembanguan gedung sekolah dan pembanguan kantor Babinsa dengan setoran dana Rp.100 juta.

“Sebagai modal awal saat itu, Terdakwa Bobby Satya Kifana memberikan Rp.100 juta kepada M.Yatir dan selanjutnya M.Yatir mengarahkan terdakwa untuk mengeruk dan menjual material bauskit di Tembeling dengan rencana pembutan taman bermain dan membangun kantor dengan tonase material bouksit yang diperoleh sebanyak 150 ribu ton,”ujarnya.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...