Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Perang Terhadap Sampah, Target Penilaian Perebutan Adipura

Wali kota Tanjungpinang H.Syahrul dalam Rapat Koordinasi dan sosialisasi Adipira di kota Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Penilaian terhadap kebersihan, ternyata tidak lagi menjadi nilai mutlak bagi kabupaten/kota dalam memperbutkan Adipura. Namun lebih dari itu, Pemerintah Pusat menetapkan, Perang terhadap sampah menjadi target penilaian khusus dalam memperoleh Adipura.

Walikota Tanjungpinang H.Syahrul mengatakan, mulai 2019 ini sistem penilaian Adipura mengalami perubahan, ditandai dengan perubahan nama menjadi adipura 2025. Dan penilaian kinerja 2018, seluruh aktifitas dilakukan berkaitan erat dengan pengelolaan persampahan terintegrasi.

“Baik kegiatan pengurangan di hulu, maupun penanganan pada proses pengangkutan,pengumpulan dan di tempat pemrosesan akhir tercatat dan dihitung didalam neraca sampah,”kata Syahrul dalam Sosisalisasi Adipura 2025 dan Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan sampah sejenis, di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah,Lantai 3 Kantor Walikota Tanjungpinang,Selasa (3/9/2019).

Syahrul juga menambahkan bahwa sesuai peraturan, setiap daerah wajib membuat Jakstrada pengelolaan sampah dengan menargetkan pengurangan sampah sebesar 18 persen ditahun 2018 dan 30 persen ditahun 2025. Serta target penanganan sampah sebesar 70 persen ditahun 2025.

Tanjungpinang lanjut Syahrul, telah mempunyai Perwako Nomor 43 tahun 2018 tentang Jakstrada pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. Perda ini, nantinya akan dilakukan revisi agar sejalan dengan RPJMD kota Tanjungpinang.

“Saya juga meminta kepada seluruh yang hadir, untuk dapat memperhatikan materi yang akan disampaikan, selanjutnya dapat diterapkan dilingkungan rumah dan lingkungan kerja masing-masing,” lanjut Syahrul.

Sementara itu, Kepala dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang Yuswandi, mengatakan Perlu penanganan yang serius, tidak cukup hanya dengan Adipura atau kebijakan-kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah.

Peraturan Presiden 97 tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan sejenisnya menekankan pada daerah kabupaten kota, provinsi, kementrian untuk menyusun kebijakan strategi pengelolaan sampah yang periodenya adalah tahun 2018-2025.

“Sosialisasi ini sangat penting mengingat basis penilaian Adipura tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun bukan berfokus pada Adipura melainkan pengelolaan sampah. Target di Tahun 2025, 70 persen penanganan sampah di TPA dan 30 persen pengurangan disumber timbulan,”ujarnya.

Yuswandi juga mengatakan, tujuan kegiatan sosialisasi adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai bagaimana agar sampah terkelola dan tidak menjadi ancaman bagi kesehatan dan lingkungan serta bagaimana agar semua masyarakat ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Turut di hadiri, Kepala Pusat Pengendalian dan Pencemaran Ekoregion Sumatera Amral Fery dan Penanggungjawab Adipura dan Jakstrada Pengelolaan Sampah, Tukimin sebagai Narasumber, Seluruh OPD, Kepala Sekolah, Camat dan Lurah Kota Tanjungpinang.(Presmed6)

Comments
Loading...