Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko
Bhayangkara 74

Korupsi Tambang Bouksit, Kasi Dinas ESDM Kepri Ini Mengaku Dihianati Terdakwa Dr.Amjon

Sebanyak 8 saksi dan 12 Terdakwa dalam Korupsi penyalahgunaan IUP-OP Tambang Bauksit dihadirkan di PN untuk memberi kesaksian dalam sidang yang dilakukan secara daring.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Sejumlah Kepala seksi (Kasi) dinas ESDM provinsi Kepri mengaku merasa dihianati Terdakwa Dr.Amzon Mpd selaku kepala dinas ESDM atas pengeluaran Rekomendasi Teknis sejumlah permohonan IUP-OP tambang bouksit.

Hal itu dikatakan sejumlah Kepala seksi Pertambangan dinas ESDM Kepri, saat memberi kesaksian dalam kasus Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit dengan terdakwa Amjon dan Azaman Taufiq, serta 10 tersangka lain Komisaris dan Direktur CV dan PT pemohon dan penerima IUP-OP tambang bouksit di PN Tanjungpinang Kamis (19/11/2020).

Kasi Pertambangan Dinas Energi dan Sumbernya Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau Adi Kurniawan, yang pada saat itu menjabat sebagai Plt. Kabid Pertambangan 2019 mengatakan merasa di khianati terdakwa Amjon, dalam pengambil keputusan dan pengeluaran rekomendasi teknis IUP-OP tambang kepada perusahaan yang tidak memenuhi prosedur dan syarat syarat yang berlaku.

“Saya merasa dihianati dan jengkel atas proses dan keputusan pimpinan kami yang mulia. Dan mengeluaran rekomendasi teknis tanpa yang tidak prosedural itu, hingga adanya kasus ini, dan waktu kami terbuang dan kami diperiksa kesana kemari,”kata Adi.

Adi juga menyebut, ketika dirinya menjadi Plt.Kabid Pertambangan, ada 8 perusahaan yang mengajukan rekomendasi teknis ke ESDM, atas permohonan IUP-OP ke DPM-PTSP Kepri.

“Dan saat dilakukan pemeriksaan teknis, ada yang ditolak karena tidak ditemukan barang tergali material dilapangan,”ujarnya.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan sejumlah perusahan itu di antaranya PT.Tan Maju Bersama Sukses di Tanjungpinang, Kepala Cabang Persero terdakwa M.Adrian Alami (41), dimana ingin pemancingan dan kolam air bersih, tetapi volumenya tidak sesuai permohonan yang disetujui.

“Dan hal ini kami ingatkan ke pimpinan agar kami tidak disalahkan di kemudian hari, akhirnya seperti ini,”ungkap.

Adi juga menegaskan ada beberapa surat-surat yang tidak di paraf atau di tandatangani oleh dirinya. Namun karena tidak di paraf kemudian pimpinan Kadis Amzon-red) memerintahkan saksi Masiswanto Kasi Penguasaan Mineral ESDM Kepri untuk membuat dan mengetik.

“Ada beberapa berkas yang tidak di paraf. Kemudian di paraf oleh Siswanto, atas perintah Pak Kadis (Amzon_red) saya tidak bisa bilang apa-apa,”jelasnya.

selain itu, ada juga perusahan non tambang CV.Buana Sinar Katulistiwa, Direktur terdakwa Bobby Satiya Kifana, ingin membangun kolam pemandangan tetapi hanya 150 ribu luasnya tidak sesuai, lebih kecil dan tidak semua tergali. Walaupun seandainya di buat kolam maka volumenya kecil.

“Namun lagi-lagi pimpinan mengambil keputusan, itu kewenangan saya mengeluarkan izin kata pimpinan,” ujar Adi.

Kemudian PT. Gemilang Sukses Abadi, Direktur, Arif Rate, meminta kepadanya untuk diproses sesuai aturan. Hasilnya lebih kecil, dari yang dimohonkan. Selanjutnya CV. Swakarya Mandiri ,setelah di cek ternyata kawasannya masuk kedalam kawasan hutan.

“Bahwa tidak boleh mengeluarkan izin di kawasan hutan. Masih ada persyaratan yang belum lengkap. Yang telah tergali 75 ribu ton. Ini belum bisa mendapat IUP-OP,” ungkapnya lagi.

Ditempat yang sama, Budi Setiawan, Kabid pertambangan ESDM Kepri menyampaikan pada saat diajukan IUP-OP dari perusahaan – perusahaan tersebut bahwasanya pada saat itu dirinya terserah kasus hukum sehingga di gantikan oleh Adi Setiawan.

“Saya hanya memegang berkas yang pertama saja, karena saya terserah kasus hukum,” singkatnya.

Sampai berita ini diunggah, Ketua Majelis Hakim, Guntur Kurniawan, menskor persidangan hingga melanjutkan persidangan sampai pukul 13.00 WIB.

Selain Adi Kurniawan, sidang korupsi penyalahgunaan wewenang dalam pengeluaran IUP-OP ini juga menghadirkan 7 saksi lainya, masing-masing Kabid Pertambangan ESDM Budi Setiawan, Kasi pertambangan ESDM, Masiswanto, Kasi Penguasaan Mineral ESDM Kepri, Yesi Herwaati, Staf ESDM Kepri, Handra Kusumadinata, Staf ESDM Kepri, Joni Handra Putra, staf BPM-PTSP Kepri, Mat Sigit, Kasi Pelayanana BPM-PTSP dan Raja Heri, Kabiro Hukum Pemprov
Kepri.

Penulis:Roland

Comments
Loading...