Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Korupsi IUP-OP Tambang Bauksit, Oknum DPRD, Camat dan Lurah, Kepsek dan Babinsa Disebut Terlibat

Sebanyak 8 saksi dan 12 Terdakwa dalam Korupsi penyakahgunaan IUP-OP Tabang Bauksit dihadirkan di PN untuk memberi kesaksian dalam sidang yang dilakukan secara daring.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Oknum DPRD Bintan, Camat dan Lurah, serta kepala sekolah dan Babinsa di kecamatan Tembeling, disebut terlibat dalam dugaan korupsi Rp.32,5 milliar penyalahgunaan IUP-OP tambang Boukist yang dilakukan 12 terdakwa.

Hal itu terungkap dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum Dody Emil Gazali terhadap terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budi Wiyono, serta dr.Amzon dan Azaman Taufiq, di PN Tanjungpinang.

oknum anggota DPRD Bintan M.Yatir disebut menerima dana Rp.100 juta dari terdakwa Bobby Satya Kifsana dan terdakwa Wahyu Budi Wiyono sebagai panjar (Uang muka) sewa lahan lokasi tambang CV.Buna Sinar Katulistiwa, yang ternyata adalah lahan aset Pemerintah Kabupaten Bintan di jalan Pendidikan No.1 Kelurahan Tembeling Tanjung.

Penggunaan dan pengerukan lahan pemerintah dengan dalih membangun fasilitas olahraga berupa Lapangan Basket, Lapangan Fudsal, Lapangan Batminton, Lapangan Volly, tempat parkir, Batu miring dan pagar ini, juga dilakukan direktur CV.Buana Sinar Katulistiwa dengan Kepala Sekolah SDN 002 Teluk Bintan Usman Kaharudin SPd dan Lurah Lurah Tembeling Julpri Ardani S.IP.

Demikian juga perjanjian pengerukan dan pengambilan tambang bouksit dengan dalih pembangunan yang dilakukan terdakwa Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budi Wiyono dengan komandan Ramil (Danramil) 03 Binut Kodim 0315 Bintan TH Prabowo.

Sementara camat Teluk Bintan Sattridha Novfykar, dan camat Mantang, Pilihan, juga terlibat mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang ternyata bukan merupakan kewenanganya, sesuai dengan peraturan Bupati BIntan.

“Melalui surat perjanjian dan izin IMB yang dikeluarkan itu, selanjutnya terdakwa Bobby Satya dan Wahyu Budi Wiyono menguruskan rekomendasi teknis dan IUP-OP ke dinas ESDM dan DPMPTS Kepri,”ujar jaksa.

Namun setelah menambang dan mengeruk dan menjual material ratusan ton material bouksit dari tempat dan lokasi yang diperjanjikan, terdakwa Bobby dan Budi  tidak  melakukan pembangunana hingga saat ini.

Atas perbutanya, tersangka Bobby Satya Kifana dan Wahyu Budi Wiyono didakwa melakukan penjualan mineral bauksit tergali sebanyak 290.500 Ton dari kelurahaan tembeling dan pulau Mantang kecamatan Mantang.

Perbutan ke dua terdakwa, bertentangan dengan Pasal 57 ayat (1), (2) Keputusan Menteri ESDM Nomor 1796/K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Permohonan, Evaluasi, serta Penerbitan perizinan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Kemudian Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2018 tentang Tata Cara Pemberian Wilayah, Perizinan, dan Pelaporan pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, sebagai mana dengan Perobahan Peraturan menteri ESDM Nomor 22 tahun 2018.

Dan atas perbutanya, Terdakwa Bobby Satya Kifana, Wayu Budi Wiyono, Amzon dan Azaman Taufiq didakwa pasal berlapis melanggara pasal 2 jo padsal 18 UU pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2021 dalam dakwaan Primer jo pasal 55 KUHP.

Dalam dakwaan Subsider, ke 4 terdakwa juga didakwa melanggar pasal 3 jo padsal 18 UU pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2021, jo pasal 55 KUHP.

Penulis:Redaksi 

Comments
Loading...