Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Marlin Pertanyakan Indek Kesetaraan Gender ke Soerya-Iman, Ini Jawab Soerya  

Paslon nomor Urut 1 Soerya-Uman.

PRESMEDIA.ID,Batam- Calon wakil gubernur Kepri nomor urut 2 Marlin Agustina, mempertanyakan indek kesetaraan gender kepada Calon gubernur nomor urut 1 Soerya Respationo-Iman Sutiawan,

Pertanyaan itu diajukan Marlin pada sesi tanya jawab debat Publik Cagub Kepri di Batam Jumat (20/11/2020).

Menanggapai pertanyaan Marlin, Soerya Reaptiono, mengatakan kesetaraan gender, sebetulnya tidak harus berhenti diangka-angka saja, misalnya 20 persen caleg harus dari perempuan dan lain sebagainya.

Tetapi menurut Soerya, kesetaraan gender ini harus dari waktu-ke waktu dimaksimalkan dan tidak ada lagi diskriminasi antara kaum Pria dan kaum perempuan.

“Kalau masih dibatas-batasi, itu tentu akan kurang memuluskan kaum perempuan berkiprah secara total. Jadi sebaiknya kita loss-kan saja, karena pada hakikatnya, mohon maaf dan mohon izin ketua KPU kita  saat ini juga seorang Ibu,”ujar Soerya.

Jadi kata lanjut paslon nomor urut 1 ini, kalau kesetaraan gender masih dipersoalkan, seolah-olah masih menganggap lemah kaum Perempuan. Sebaliknya, menurut  Soeya kaum perempuan, harus mempuanyai hak dan kewajiban yang sama dengan kaum pria. walapun secara kodrati, memang ada keterbatasan-keterbatan pada kaum perempuan.

“Tapi keterbatasan kodrati ini, hendkanya tidak mempengaruhi kiprahnya dalam membangun bangsa dan negara ini,”tegasnya.

Sementara itu wakil-nya Iman Sutiawan menambahkan, saat ini, kaum perempuaan tidak kalah hebatnya dengan kaum laki-laki. Dan kedepan juga perlu sama-sama ditingkatakan, peran dari kaum perempuan dalam persamaan dan kesetaraan gender tersebut.

Menggapai pernyataan Suerya-Iman, Wakil calon Gubernur Marlin Agustina mengatakan, kalau berbicara mengenai gender, memang harus tahu definisi gendernya dulu.

Gender kata Marlin, bukan hanya antara perempuan dan laki-laki, tetapi bagaimana perbedaan fungsi peran dan tanggung jawab secara menyeluruh antar perempuan dan laki-laki yang meliputi, anak, wanita, disabilitas dan lansia.

“Jadi disitulh kita melihat peran perempuan. Memang betul keterikutan perempuan di politik itu kurang, bagaimana mengambilk keputusan. Tapi jangan lupa, perempuan itu mempuanyai 4 masalah yang harus kita perhatikan, seperti rendahnya pendikan perempuan, rendahnya kesehatan perempuan, dan bagaimana saat ini meningkatakan angka kekerasan pada perempuan dan anak, itu yang ingin saya pastikan,”ujar Marlin.

Penulis:redaksi 

Comments
Loading...