Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Naik Rp29 Miliar, APBD Kepri 2021 Disahkan Rp 3,986 Triliun

Wakil Ketua Banggar DPRD Kepri Dewi Kumala Sari saat membacakan Laporan akhir Banggar DPRD Kepri terhadap Ranperda dan Nota Keuangan APBD 2021 Kepri.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepulauan Riau 2021 disahkan sebesar Rp3,986 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp29 miliar atau 0,7 persen dibandingkan APBD 2020 yang sebelumnya Rp3,958 Triliun.

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, Dewi Kumalasari, dalam laporan akhirnya menyampaikan, struktur APBD 2021 Kepri diproyeksikan besaran Pendapatan Rp 3,701 Triliun dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 1,352 Triliun naik 3,6 persen atau Rp49,3 miliar dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 1,303 triliun.

Dana transfer pemerintah pusat sebesar Rp 2,348 triliun, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 1,2 miliar.

“Untuk dana transfer dari pemeritah pusat, mengalami penurunan sebesar Rp191 miliar atau 8,15 persen dibandingkan tahun 2020
Rp2,569 triliun,”ujarnya,Senin (30/11/2020).

Sementara itu, untuk total belanja daerah pada 2021 diestimasikan sebesar Rp 3,984 triliun dan Silpa sebesar Rp285 miliar.

“Besaran total anggaran belanja tersebut sesuai dengan prioritas pembangunan melalui kegiatan OPD dengan mengedepankan anggaran pendidikan minimal 20 persen dan kesehatan minimal 10 persen,” tambah wanita yang menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Kepri.

Menurut Dewi, pihak banggar telah melakukan pembahasan secara maraton terkait ranperda APBD 2021. Diawali dengan pembahasan rancangan KUA PPAS yang telah disepakati 23 november lalu. Kemudian, dilanjutkan dengan pembahasan ranperda antara banggar dam TAPD Pemprov Kepri.

“Pembahasan antara banggar dan TAPD sudah dilalsanakan sebanyak 7 kali pertemuan untuk menyepakati jumlah APBD 2021,” ungkapnya.

Sementara itu, Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Kepri, Bahtiar Baharudin, mengucapkan apresiasi kepada DPRD dan TAPD Pemprov Kepri yang telah menyelesaikan pembahasan ranperda APBD 2021.

Menurutnya, dari jumlah belanja tersebut telah dialokasikan anggaran yang cukup untuk penaganan COVID-19. Mulai dari, penanganan kesehatannya, pemulihan ekonomi, dan penyediaan jaring pengaman sosial. Namun, tetap memprioritaskan anggaran pendidikan minimal 20 persen, kesehatan 10 persen dan infarstruktur.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada banggar dan TAPD yang telah merampung perda APBD 2021,”tukasnya.

Penulis:Ismail 

Comments
Loading...