Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Alokasikan Rp30 M di APBD, Besok Pemprov Kepri Canangkan Titik Koordinat Jembaat Babin

Maket dan Master Plan Jembatan Batam-Bintan yang pembangunanya disusun dan direncanakan akan dilakukan Pemerintah Pusat.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Pemerintah Provinsi Kepri, direncanakan besok Selasa (1/12/2020) akan mencanangkan titik koordinat lokasi tiang dan bentang pembangunan Jembatan Batam-Bintan.

Pjs.Gubernur Kepri Bahtiar Baharudin, mengatakan pencanangan titik kordinaat pembanguan jembatan Babin itu, akan dilaksanakan mulai dari Punggur pulau Batam, Pulau Tanjung Sau, Pulau Baou dan Pulau Bintan.

“Rencana besok sekitar pukul 14.00 Wib, kita akan lakukan pencanangan titik Koordinat pembangunan Jembaat Babib ini. Mulai dari Pulau Batam, Pulau Tanjung Sau, Pulau Baou dan Pulau Bintan,”ujarnya usai menghadiri Paripurna pengesahan APBD 2021 di DPRD Kepri, Senin (30/11/2020).

Bahtiar yang saat itu didampingi Sekda kepri TS.Arif Fadillah, juga mengatakan dalam mendukung rencana strategis pembangunan Nasional itu, Pemerintah Provinsi Kepri juga telah mengalokasikan Rp 30 milliar anggaran di APBD 2021 untuk ganti rugi lahan, pembuatan DED serta pengurusan Amdal proyek jembatan.

“Tahun depan mudah-mudahan, tahapan pelaskanaan pembangunan sudah dimulai, Yang jelas lahan harus sudah siap dan diganti rugi dan hal itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,”ujarnya.

Bentuk Tim Satgas dan Timdu

Dalam mendukung program pembangunan strategis Nasional khususnya pembangunan Jembatan Batam dan Bintan, Pemerintah Propinsi Kepri, Kabupaten/kota dan aparat terkait di Kepri, dikatakan Bahtiar, juga membentuk Tim Satgas pengamanan pelaksanaan pembangunan.

Satgas tersebut terdiri dari pemerintah daerah, Kepolisian, TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU, bahkan Intelijen serta Kejaksaan dan aparat BPN dan KSOP dibidang kelautan. Tujuanya, alah untuk mengamankan rencanaan Pembangunan strategis Nasional itu, dalam penanganan ganti rugi lahan dan kawasan lautnya.

“Tim Satgas yang terdiri Aparat penegah hukum ini, terus melakukan monitoring dan Pemantuaan terhadap sejumlah kendala dan permasalahan. Dan jika ditemuka ada permainan dalam ganti rugi lahan disana, maka Satgas ini akan memprose sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku,”sebutanya.

Tim Satgas lanjut Bahtiar,juga telah melakukan Konsultasi dengan Kanwil BPN Provinsi Kepri dan BPN kabupaten Bintan, untuk melihat setiap persil lahan yang akan diganti rugi, apakah milik perorangan atau perusahan.

“Dari hasil konsultasi dan penelusuran yang dilakukan, hingga saat ini relaif memang tidak terlalu banyak dan kami yakin sekali dititik-titik koordinat jembatan itu bisa kita selesaikan,”ujarnya.

Selanjutnya sebut Bahtiar, dalam waktu dekat pihaknya juga akan segera meng SK-kan Tim Terpadu pelaksana ganti rugi lahan yang nantinya diketua oleh Kanwil BPN.

“Tim ini merupakan tim teknis dalam pelaksanaan ganti rugu, pembuatan DED dan Amdal di Daerah. Dabn dalam waktu dekat akan dibentuk, dalam waktu dekat akan saya tandatangani SK-nya,”ujarnya.

Penulis:Redaksi 

Comments
Loading...