Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Jembatan Babin Tidak Masuk PSN, Bahtiar: Dibiayai Swasta Juga Tidak Masalah

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Kepri Bahtiar mengatakan, meski jembatan Batam Bintan (Babin) tidak masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), tetap optimis, proses pembangunannya akan tetap terealisasi.

Karena menurutnya, persoalan tersebut bukanlah kendala atau hambatan, terwujudnya proses pembangunan jembatan penghubung yang telah diimpikan masyarakat Kepri selama 12 tahun itu.

“Nah, hari ini juga ada rapat bersama menko maritim. Saya kira tidak ada masalah, apa lagi kalau dibiayai swasta, juga tidak akan masalah,”ujarnya di Tanjungpinang, Rabu (2/11/2020).

Ia menjelaskan, sebenarnya rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan itu sudah masuk ke dalam proyek strategis nasional. Hanya saja, hanya mengenai istilah perecanaan saja, dimana ada proyek strategis atau prioritas nasional.

Dan atas hal itu, Bahtiar mengaku tidak khawatir mengenai hal tersebut. Yang terpenting, menurutnya, pembangunan Jembatan Batam-Bintan yang merupakan janji Presiden kepada masyarakat Kepri itu pasti akan direalisasikan.

“Ini adalah janji presiden lho, ketika beliau ada disini. Maka, saya juga sudah menulis surat kepada Presiden, melaporkan tentang perkembangan ini. Itulah mungkin (kenapa tidak masuk daftar) selama ini tidak terlaporkan mengenai perkembangan soal jembatan ini,”terang Bahtiar.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri ini juga mengutarakan, salah satu yang menjadi kendala belum bisa diwujudkannya pembangunan Jembatan Batam-Bintan selama ini disebebkan ketidak pastian lahan, ukuran dan lain sebagainya. Sehingga, tidak bisa dipastikan pula total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan tersebut.

“Selama ini kan ukuran dari jembatan ini berubah-ubah terus. Mulai dari panjang, tinggi, lebar jalan, tidak ada kejelasan, hingga tidak dapat dihitung biayanya. Maka dengan saya tanda tangani itu semua maka semuanya menjadi clear. Saya diskusikan kepada Dinas PUPR dalam 2021 mendatang sudah bisa dilelang,”imbuhnya.

Untuk diketahui, proyek Jembatan Batam-Bintan nyatanya tidak masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal itu berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 109 tahun 2020 tentang Perubahan Perpres nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional.

Dalam Perpres tersebut, Pemerintah memangkas jumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) dari 227 sebelumnya menjadi hanya 201.

Dalam lampiran daftar PSN tersebut, ada 55 proyek baru yang sebelumnya tak masuk dalam daftar. Selain itu pemerintah juga menambahkan 10 program dalam Perpres tentang percepatan PSN tersebut. Namun, dari daftar PSN yang terlampir, tidak dicantumkan Proyek Pembangunan Jembatan Batam-Bintan di Provinsi Kepri.

Penulis:Ismail

Comments
Loading...