Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Penuhi Panggilan Bawaslu Atas Dugaan Politik Uang, Apri Mengaku Cerita Apa Adanya

Calon Bupati Bintan Apri Sujadi memenuhi panggilan Bawaslu Bintan atas laporan money Politik.

PRESMEDIA.ID,Bintan-Penuhi panggilan Bawaslu atas laporan  dugaan Politik Uang, Calon Bupati Bintan Apri Sujadi, mengaku bercerita apa adanya, atas apa yang terjadi di acara deklarasi dukungan SAPMA PP Bintan beberapa waktu lalu.

Hal itu dikatakan Apri, setelah memenuhi panggilan Bawaslu Bintan hari ini Rabu (2/12/2020).

Apri menegaskan, pihakanya akan kooperatif memenuhi pemeriksaan Bawslu untuk memberi keterangan atas persoalan dugaan money Politik yang dituduhkan.

“Maka hari ini saya hadir, memenuhi panggilan Bawaslu untuk memberi keterangan atas laporan yang dituduhkan itu,”ujar Apri Sujadi.

Menyoal tuduhan dugaan politik uang yang dilaporkan kuasa hukum Paslon nomor 2 (Awe-Dalmasri), Apri mengatakan sudah memberikan keterangan apa adanya agar publik mengetahui fakta-fakta yang sebenarnya terjadi. Hingga, kronologis yang sebenarnya jelas dan bukan seperti yang digembor-digemborkan diluaran, yang menggiring opini negatif dan macam-macam.

“Saya sudah jelaskan semua ke Bawaslu, agar permasalahan ini jernih dan terang benderang. Sehingga masyarakat tau apa yang dituduhkan itu (money politic) adalah tidak benar,”katanya.

Sebelumnya Bawaslu Bintan memangil dam melakukan pemeriksaan kepada Calon Bupati Apri Sujadi atas dugaan money politic yang dilaporkan kuasa hukum dari rivalnya, Awe-Damasri. Selain memangggil Apri Sujadi, Bawaslu, sebelumnya juga telah memeriksa sejumlah saksi atas dugaan politik uang sebagaimana yang dilaporkan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Apri Sujadi, Hendie Devitra menyatakan, pelaproan klienya dalam dugaan Politi Uang oleh kuasa hukum pasangan calon Alias Wello-Dalmsri Syam, merupakan bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi dalam pesta demokrasi. Setiap warga lanjutnya, memiliki untuk membuat laporan.

Dan atas laporan itu, lanjut Hendie, kliennya akan bersikap kooperatif untuk memberikan klarifikasi yang diperlukan, dan meminta semua pihak untuk menghormati proses yang berjalan.

“Sekarang yang perlu kita beri ruang bagi Bawaslu dan Sentra Gakkumdu Bintan untuk melakukan kajian dalam rangka menentukan apakah yang dilaporkan itu benar merupakan pelanggaran pemilihan atau bukan. Apakah pelanggaran tindak pidana pilkada atau pelanggaran administrasi, mari sama-sama kita tunggu saja hasilnya,”sebutnya.

Hendie juga mengaku sangat menyesalkan pemberitaan media yang beredar, yang menurutnya, sangat tendensius, dan tidak berimbang serta menyudutkan kliennya.

“Isi pemberitaan itu tidak proporsional dan terkesan berlebihan dalam menggiring opini, hingga sangat merugikan klien kami dalam kontestasi pilkada Bintan,”ujarnya.

Terkait substansi laporan, Hendie memastikan kliennya tidak pernah berniat untuk melakukan sebagaimana yang dituduhkan dalam laporan itu.

Hal mendasar dari substansi yang dilaporan, lanjut Hendie, apakah ada korelasi yang jelas antara pemberian uang oleh kliennya kepada tim relawan yang mengundangnya diacara deklarasi dukungan itu, dengan dugaan politik uang.

Karena, pemberian uang ditujukan pada tim relawannya untuk membantu pemenangan dalam kegiatannya dan bukan dibagi-bagikan kepada masyarakat pemilih untuk mempengaruhi, memilih atau tidak memilih calon tertentu dalam Pilkada Bintan.

“Oleh karena itu, mari sama-sama kita tunggu saja hasil kajian dari Bawaslu dengan tidak melanjutkan penggiringan-penggirinan opini yang juga dapat berpotensi melanggar hukum,”ucapnya.

Penulis:Hasura

Comments
Loading...